Ekonomi

Gawangi Aspek PIR Periode Kedua, Setioyono Harapkan Pemerintah Serius Perhatikan Petani Sawit

249
×

Gawangi Aspek PIR Periode Kedua, Setioyono Harapkan Pemerintah Serius Perhatikan Petani Sawit

Sebarkan artikel ini

PEKANBARU – Sosok Setioyono yang low profile sanggup membangun jembatan hati yang positif di antara petani kelapa sawit. Hal itulah yang membawa Setioyono terpilih kembali menggawangi Ketua Umum DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perkebunan Inti Rakyat (Aspek-PIR) Indonesia untuk kedua kalinya pada Musyawarah Nasional (Munas) yang dihelat di Grand Suka Hotel Jalan Soekarno Hatta Kota Pekanbaru Riau, Senin (6/22/2023).

Pria 56 tahun ini terpilih secara aklamasi untuk mengomandoi Aspek PIR periode 2023 – 2028, sedangkan periode sebelumnya 2018-2023. Setiyono berjanji segera menuntaskan kabinet kepengurusan lima tahun ke depan bersama tiga orang tim formatur. Munas Aspek PIR ini dihadiri 16 pengurus DPD 1 dan 54 pengurus DPD 2 hadir dalam acara yang berlangsung demokratis itu.

“Dalam program jangka pendek kita segera melakukan pendataan anggota sekaligus konsolidasi dengan pengurus daerah dan pusat,” ujar Setiyono Ketua Aspek PIR terpilih usai Munas, kemarin.

Dikatakan Setiyono mengucapkan terima kasih kepada segenap keluarga besar Aspek-PIR Indonesia yang telah kembali memberikan amanah kepadanya. Semoga solid untuk mewujudkan visi dan misi Aspek-PIR yang lebih maju. Adapun ia fokus merampungkan data anggota Aspek-PIR meski data sementara, anggota Aspek-PIR Indonesia sudah berada di angka 400 ribuan.

Kemudian, menyangkut program program pembinaan anggota di lapangan. Karena di dalamnya ada kelompok tani (Keltan) dan koperasi. Di Aspek berada di kabupaten dan Provinsi, bagaimana mereka petani tersebut bisa bermitra. Karena petani sawit itu tanpa bermitra tentu banyak masalah di situ.

BACA JUGA  Hari Perdana Tatanan Normal Baru, Gubernur Sumbar Turun ke Pasar Raya Padang 

Selanjutnya, demi kemajuan Aspek PIR Indonesia ke depan, bersama pengurus yang baru, diminta mereka musti menjalin kerjasama yang lebih baik lagi dengan pemerintah dan perusahaan mitra.

Selain itu menyangkut petani, walaupun sudah menjadi petani selama 30 tahun, namun soal disiplin masih belum, walau di satu sisi soal harga sudah ditentukan Kementan dan budayanya sudah ada. Namun, yang penting bagi petani yang belum bermitra didorong bermitra kembali. Dan petani yang kemitraan mereka yang terputus dijalin kembali.

Comment