Ekonomi

Bulan Inklusi Keuangan 2023, Gubernur Mahyeldi Minta TPAKD Makin Memudahkan Akses Keuangan

252
×

Bulan Inklusi Keuangan 2023, Gubernur Mahyeldi Minta TPAKD Makin Memudahkan Akses Keuangan

Sebarkan artikel ini
Gubernur Mahyeldi saat menghadiri agenda Puncak Acara Bulan Inklusi Keuangan (BIK) Sumbar yang digelar oleh OJK Sumbar di Halaman Kantor Gubernur, Minggu, (29/10/2023).Ist

PADANG-Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah meminta Tim Percepatan Akses Keuangan (TPAKD) Provinsi Sumbar dan TPAKD Kabupaten/Kota melakukan berbagai upaya dan inovasi, demi meningkatkan akses produk dan layanan jasa keuangan di berbagai lapisan masyarakat.

“Semua pihak harus bersinergi mendorong keterbukaan dan kemudahan akses keuangan melalui literasi keuangan ke seluruh lapisan masyarakat,” kata Gubernur Mahyeldi saat menghadiri agenda Puncak Acara Bulan Inklusi Keuangan (BIK) Sumbar yang digelar oleh OJK Sumbar di Halaman Kantor Gubernur, Minggu, (29/10/2023).

Gubernur Mahyeldi mengatakan, akses keuangan harus tersedia secara cepat dan tepat menyasar masyarakat yang membutuhkan, dalam rangka mendorong optimalisasi potensi ekonomi pada berbagai sektor. Mulai dari pengembangan usaha pertanian, peternakan, perikanan, pariwisata, UMKM , serta usaha potensial daerah lainnya.

BACA JUGA  Nelayan Carocok Tarusan Pesisir Selatan Dibantu Puluhan Mesin Tempel

Melalui kegiatan BIK bertema “Akses Keuangan Merata, Masyarakat Sejahtera” tersebut, Gubernur berharap terjadi peningkatan dalam pelaksanaan program kerja TPAKD Tahun 2023, dalam bentuk program pemberdayaan UMKM, peningkatan akses keuangan syariah, serta pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat nagari.

Selanjutnya, juga diharapkan terjadinya peningkatan dalam fasilitasi penyaluran kredit/pembiayaan bagi pelaku UMKM, terpublikasinya program literasi dan inklusi keuangan serta perlindungan konsumen, dan meningkatnya aliansi strategis dengan stakeholder terkait dalam usaha perbaikan literasi dan inklusi keuangan.

“Penguatan akses keuangan di masyarakat perlu diiringi dengan perluasan edukasi keuangan, sehingga peningkatan penggunaan produk dan jasa keuangan sejalan dengan pemahaman dan literasi masyarakat,” tuturnya lagi.

Selanjutnya, Mahyeldi menyebutkan bahwa program inklusif keuangan perlu terus diperkuat, seperti Kredit Peduli Usaha Mikro Solusi Mengatasi Masalah Keuangan (Simamak) untuk pelaku usaha mikro, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir (K/PMR), dan program laku pandai.

BACA JUGA  Antisipasi Korona, PT KAI Divre II Rutin Cuci Sarana dan Disemprot Disinfektan

Comment