Ekonomi

Gubernur Mahyeldi Terima Penghargaan Nominasi TPID Berkinerja Terbaik Kawasan Sumatera

241
×

Gubernur Mahyeldi Terima Penghargaan Nominasi TPID Berkinerja Terbaik Kawasan Sumatera

Sebarkan artikel ini
Gubernur Mahyeldi menerima penghargaan Nominasi TPID Provinsi Berkinerja Terbaik di Kawasan Sumatera dari Menko Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, melalui Asisten Deputi Pangan Kemenko Perekonomian RI, Muhammad Saifullah, di sela Rakor Pengendalian Inflasi Sumbar 2023 di Hotel Pangeran Beach, Kamis (19/10/2023).Ist

PADANG-Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, menerima penghargaan Nominasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Berkinerja Terbaik di Kawasan Sumatera. Pernghargaan itu diterima dari Menteri Koordinator Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, melalui Asisten Deputi Pangan Kemenko Perekonomian RI, Muhammad Saifullah, di sela Rakor Pengendalian Inflasi Sumbar 2023 di Hotel Pangeran Beach, Kamis (19/10/2023).

Saat membuka rakor yang mengusun tema ‘Mitigasi Kenaikan Harga Pangan Akibat Resiko Perubahan Iklim (elnino) dan Ketersediaan Bahan Bakar Minyak di Provinsi Sumatera Barat’ itu, Mahyeldi mengatakan bahwa perkembangan inflasi Sumbar pada September 2023 turun ke angka 1.93 persen, daei sebelumnya 3,23 persen pada Agustus 2023.

“Kita patut berbangga, mengingat inflasi kita di Sumbar turun pada September ini. Hanya selisih hampir 1 persen di bawah inflasi nasional yang berada pada angka 3 persen,” kata Mahyeldi.

Namun meski demikian, Mahyeldi mengingatkan bahwa pada Oktober tahun ini harga beras dan gula pasir terus mengalami kenaikan, yang ikut disebabkan oleh fenomena el nino di Indonesia, sehingga produksi beras dalam negeri menjadi terganggu, karena banyak petani yang gagal panen sehingga menyebabkan kelangkaan beras di tengah masyarakat, termasuk di Sumbar.

“Ini harus menjadi perhatian bagi kita bersama, perlu ada langkah-langkah antisipasi agar tidak terjadi kekurangan ketersediaan pangan akibat berkurangnya produksi tanaman pangan,” ucapnya lagi.

BACA JUGA  Pulang Kampung, Nasrul Abit Akan Perjuangkan Harga Gambir

Disebutkan Mahyeldi, pertanian masih menjadi sektor utama yang berkontribusi terhadap pertumbuhan Ekonomi Sumbar. Sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan memberikan kontribusi sebesar 21,20 persen untuk pertumbuhan ekonomi Sumbar pada 2022 dan merupakan kontribusi terbesar dibandingkan sektor-sektor lainnya.

“Untuk itu, perlu terus didorong peningkatan produktivitas pertanian melalui intensifikasi dan ekstensifikasi serta implementasi digital farming. Saya meminta semua pihak terus berinovasi, dan jangan sampai semua sektor pangan Sumbar mengalami kenaikan harga secara bersamaan, karena itu akan berdampak sangat besar terhadap perekonomian,” sebutnya.

Comment