Budaya

Gubernur Mahyeldi Serukan Pentingnya Merawat dan Memaksimalkan WTBOS untuk Masyarakat

342
×

Gubernur Mahyeldi Serukan Pentingnya Merawat dan Memaksimalkan WTBOS untuk Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Gubenur Mahyeldi membuka Galanggang Arang - Anak Nagari Merayakan Warisan Dunia digelar oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) di Fabriek Bloc Parupuk Tabing, Padang, Kamis (19/10/2023).Ist

PADANG –Sumatera Barat (Sumbar) patut berbangga sebagai satu dari hanya lima provinsi di Indonesia yang memiliki Situs Warisan Dunia yang telah ditetapkan oleh UNESCO dalam wujud Warisan Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto (WTBOS). Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah menyebutkan, kebanggaan itu perlu disikapi dengan kesadaran merawat dan memanfaatkan WTBOS sehingga betul-betul berdampak positif bagi masyarakat.

Hal itu disampaikan Gubenur Mahyeldi saat membuka acara Galanggang Arang – Anak Nagari Merayakan Warisan Dunia, sebagai bentuk perayaan dan pegelaran atas penetapan WTBOS sebagai situs warisan dunia yang digelar oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) di Fabriek Bloc Parupuk Tabing, Padang, Kamis (19/10/2023).

“Tentu Gelanggang Arang ini adalah upaya untuk memperkuat WTBOS sebagai warisan dunia. Sebagai inisiatif untuk mengaktivasi WTBOS, membangun kesadaran untuk merawat, serta memanfaatkan atribut dan properti yang ditetapkan oleh UNESCO tersebut. Ke depan kegiatan ini perlu kita kolaborasikan dengan pihak-pihak terkait,” ucap Mahyeldi.

Mahyeldi meyakini, WTBOS akan membawa dampak yang sangat bagus bagi Sumbar dan masyarakat saat pemanfaatannya dimaksimalkan. Ia pun berharap agar Galanggang Arang dapat menjadi wadah gotong royong bagi segenap pemangku kepentingan untuk bersama-sama menggali nilai dari Cagar Budaya dan Objek Pemajuan Kebudayaan yang tersebar di sepanjang WTBOS.

“Alhamdulillah, UNESCO telah menetapkan WTBOS sebagai Warisan Dunia pada tahun 2029. Bahkan keberadaan WTBOS ini melibatkan tujuh Kab/Kota di Sumbar, mulai dari Kota Sawahlunto, Kabupaten dan Kota Solok, Kabupaten Tanah Datar, Kota Padang Panjang, Kabupaten Padang Pariaman, hingga Kota Padang,” kata Mahyeldi lagi.

BACA JUGA  Irwan Prayitno Baminantu,  Tradisi Babako Dimeriahkan dengan Babendi - bendi

Ketujuh Kab/Kota tersebut, sambungnya, tentunya memiliki peran penting masing-masing dalam usaha eksploitasi tambang batu bara yang menjadi pendukung utama sarana transportasi di masa lalu. Bahkan keberadaan kereta api saat itu, juga membawa dampak penting bagi daerah-daerah yang dilaluinya, seperti lahirnya stasiun kereta api yang menjadi ruang interaksi manusia dan peredaran barang-barang.

Comment