Ekonomi

Meski Ada yang Terkendala, JICA Masih Perluas Kerjasama Dengan Pemprov Sumbar

305
×

Meski Ada yang Terkendala, JICA Masih Perluas Kerjasama Dengan Pemprov Sumbar

Sebarkan artikel ini
Gubernur Mahyeldi menggelar pertemuan dengan rombongan perwakilan JICA di ruang rapat Istana Gubernur Sumbar, Senin (11/9)).Ist

PADANG – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah, menyambut baik rencana perluasan kerja sama di berbagai bidang antara Japan International Cooperation Agency (JICA) dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar.

“Kerja sama yang akan dijalin meliputi bidang kebencanaan, lingkungan hidup, pendidikan, infrastuktur, hingga kesehatan. Semuanya tentu saja untuk kepentingan masyarakat dan daerah kita,” ucap Gubernur Mahyeldi di sela pertemuan dengan rombongan perwakilan JICA di ruang rapat Istana Gubernur Sumbar, Senin (11/9)).

Dalam paparan Pemprov Sumbar, Gubernur Mahyeldi merincikan, terkait bidang kebencanaan, diperlukan usaha-usaha pembangunan sebagai respons atas tingkat kerawanan bencana di Sumbar.

“Sisi kesiapsiagaan bencana, mitigasi bencana, dan pengurangan risiko bencana menjadi fokus kita. Sebab, sepanjang tahun 2014 hingga 2022 saha terdapat 6.724 kejadian bencana di Sumbar. Terdiri dari enam (6) jenis bencana yang tersebar di 19 kabupaten/kota. Mulai dari gempa, angin kencang, longsor, banjir, kebakaran hutan dan lahan, hingga banjir bandang,” katanya.

BACA JUGA  Jalan Terban, Akses Jorong Kuliek dengan Jorong Salisiakan Nagari Buluh Timur Terputus

Sebelumnya, JICA telah melaksanakan beberapa proyek bidang kebencanaan di Sumbar, akan tetapi beberapa di antaranya sempat terhalang kendala lahan. Oleh karena itu ke depan, Gubernur Mahyeldi meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk bersinergi demi terbangunnya pusat penanggulangan risiko bencana, fasilitas simulasi, pengembangan sumber daya manusia (SDM), hingga peningkatan pencegahan bencana.

Ada pun di sektor Lingkungan Hidup (LH), Gubernur Mahyeldi menyebutkan saat ini diperlukan peningkatan pengelolaan sampah terpadu berbasis waste to energy (pengolahan sampah menjadi energi) dan tempat pengolahan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah Regional Solok, yang saat ini belum optimal.

“TPA Regional Solok ini perlu kita tata kembali. Diharapkan ada pola pengolahan sampah menjadi energy, dan melibatkan peran serta masyarakat,” ucap Gubernur lagi.

BACA JUGA  Serap Produk Pertanian, Pemprov Sumbar bakal Dirikan Perusda Baru

Ada pun di sektor kesehatan, Kepala Bappeda Sumbar Medi Iswandi menjelaskan, akan dibicarakan rencana pembangunan dan pengembangan rumah sakit khusus layanan paru-paru dan kardiovaskular di Sumbar. Ini diperlukan untuk menekan jumlah pasien asal Sumbar yang ruju ke luar provinsi.

Comment