Ekonomi

Anggota DPRD Sumbar Evi Yandri minta DLH Optimalkan Aktivis Sosial Dalam Pengelolaan Sampah

654
×

Anggota DPRD Sumbar Evi Yandri minta DLH Optimalkan Aktivis Sosial Dalam Pengelolaan Sampah

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman.Ist

PADANG – Anggota Komisi IV DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumbar untuk mengakomodir aktivis pengolah sampah dalam penanggulangan sampah di Sumbar.

Permintaan itu disampaikannya dalam rapat Komisi IV DPRD Sumbar dengan Pemprov Sumbar, Senin (21/8/2023). Dikatakannya dengan adanya rencana revisi peraturan daerah (Perda) tentang pengelolaan sampah, Pemprov Sumbar harus mengakomodir di dalamnya untuk berkreasi.

Apa pola dan program yang bisa diberikan Pemprov Sumbar dalam pengelolaan sampah. Sehingga image pengolahan sampah itu berubah. Tidak dari TPS ke TPA lagi. Orang lingkungan hidup sudah tahu, sampah itu sudah tidak beberapa persen yang tidak bisa dikelola.

BACA JUGA  Berburu Barang Bekas Berbranded di Pasar Second Kota Batam

“Pak Asben (Kadis DLH Sumbar), seharusnya sudah bisa berkreasi bagaimana melibatkan aktivis ini. Mereka tidak mengolah sampah untuk industri. Mereka benar-benar aktivis sosial yang peduli dengan lingkungan,”ujarnya.

Dikatakannya, dengan melibatkan aktivis tersebut, Pemprov Sumbar tidak perlu lagi mengkaji Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional sampah yang selalu menjadi masalah.

Dikatakannya, selama ini aktivis hanya mengelola sampah kering atau sampah plastik. Sementara produksi sampah basah Sumbar itu mencapai 65 persen dari produksi sampah tiap harinya.

Sebenarnya, aktivis tersebut bisa mengelola sampah basah. Hanya saja sarana dan prasarananya yang tidak memadai. Apalagi mereka juga terkendala dengan keuangan yanag bisa menyediakan sarana pengolahan sampah basah.

BACA JUGA  Momentum HUT Kota Padang, Perumda AM Serahkan Bantuan Ambulan

“Saya harap ini menjadi perhatian,”ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Anggota DPRD Sumbar dari Partai Gerindra tersebut juga mempertanyakan berkurangnya pendapatan daerah Sumbar dari DLH Sumbar sekitar Rp2,3 miliar. Sementara belanja malah naik.

Untuk itu, Evi Yandri mempertanyakan agar DLH dapat menyelesaikan masalah insenator limbah B3 yang menjadi pendapatan utama DLH. “Ini harus dijelaskan apa masalahnya insenator ini tiak beroperasional lagi. Karena pendapatan jauh turun,”ujarnya.(Bdr)

Comment