Hukum

Dugaan Korupsi Sapi Disnak Sumbar, Tiga Tersangka Lagi Ditahan

334
×

Dugaan Korupsi Sapi Disnak Sumbar, Tiga Tersangka Lagi Ditahan

Sebarkan artikel ini
Kajati Sumbar, Asnawi didampingi asisten memberikan keterangan terkait penahanan tiga tersangka baru kasus dugaan korupsi pengadaan sapi, Selasa (25/7) di Lobi Kantor Kejati Sumbar.Ist

PADANG – Dugaa korupsi di Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumbar terus menggelinding. Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumbar kembali menetapkan tiga tersangka baru, Selasa (25/7/2023).

Dengan bertambahnya tiga tersangka lagi, maka total tersangka yang sudah ditahan atas kasus tersebut berjumlah enam orang.

“Setelah dilakukan penyidikan dan pengembangan, hari ini kita tetapkan tiga tersangka baru untuk kasus pengadaan sapi ini,” kata Kepala Kejati Sumbar, Asnawi, Selasa (25/7/2023).

Sebelumnya, ketiga tersangka berinisial BRS, AIA dan WI ini telah dilakukan pemeriksaan oleh Kejati Sumbar pada hari yang sama.

“Selanjutnya kita tindaklanjuti dengan melakukan penahanan terhadap tiga tersangka baru ini,” kata Kajati.

BACA JUGA  Hadapi Tahun Politik, KPID Harus Ambil Peran Menjaga Konten Penyebab Konflik

Dikatakan Asnawi, pihaknya akan segera melakukan pemberkasan, selain itu juga melengkapi saksi dan ahli, hingga kemudian bisa segera naik ke persidangan.

Untuk sementara, kata Kajati, enam orang tersangka ini sudah cukup, karena empat rekanan sudah ditahan oleh Kejati Sumbar.

“Menurut kami sudah cukup, empat rekanan sudah kita tahan,” katanya.

Asnawi juga mengatakan bahwa kasus pengadaan sapi ini memang telah melanggar ketentuan, karena sapi yang mereka beli bukan sapi dari luar, tapi sapi lokal.

Seperti diketahui sebelumnya, Kejati Sumbar telah melakukan penahanan terhadap tiga tersangka awal kasus ini yang ditetapkan pada Jumat (14/7) lalu.

Adapun ketiga tersangka yang kini sudah ditahan di Rutan Anak Air, yaitu DM selaku Kuasa Penggunaan Anggaran (KPA), FA selaku PPTK (Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan) dan AAP selaku Direktur CV. Emir Darul Ehsan.

BACA JUGA  Terbukti Terlibat Pembiaran Narkoba, Izin Usaha Resort dan Cottage Terancam Dicabut

Kajati juga menyebutkan, para tersangka dijerat Pasal 2 ayat 1 dan pasal 3 junto pasal junto pasal 18 19 nomor 31 tahun 1999, yang telah diubah dengan UU no 20 tahun 2001 Tentang Tindak Pidana Kasus Korupsi.

“Akibat penggelembungan dana ini, kerugian negara ditaksir mencapai Rp.7,36 miliar,” sebutnya.(Bdr)

Comment