Pendidikan

Optimalisasi Peran 3 Rumah untuk Membangun Karakter Anak Bangsa

259
×

Optimalisasi Peran 3 Rumah untuk Membangun Karakter Anak Bangsa

Sebarkan artikel ini
FOTO: Gubernur Mahyeldi membuka Rakernas ke I Tahun 2023 Panti Sosial Asuhan Anak/Lembaga Kesejahteraan Sosial Asuhan Anak (PSAA/ LKSA) di Bukittinggi, Sabtu (22/07/2023).Ist

PADANG – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke I Tahun 2023 Panti Sosial Asuhan Anak/Lembaga Kesejahteraan Sosial Asuhan Anak (PSAA/ LKSA) di Bukittinggi, Sabtu (22/07/2023).

Disampaikan Mahyeldi, peran 3 rumah perlu dihadirkan saat mendidik dan membangun karakter seorang anak selama fase pembelajarannya. Ia berharap, itu juga didapatkan para anak yang berada dibawah binaan PSAA/LKSA se Indonesia.

“Peran Rumah Tangga, Rumah Ibadah dan Rumah Sekolah itu mesti diterima oleh setiap anak Indonesia, termasuk yang berada dalam binaan panti sosial. Agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang baik, pintar dan berakhlak mulia,” tegas Gubernurnya dihadapan 300 orang pengurus PSAA/LKSA se Indonesia yang hadir dalam Rakernas.

BACA JUGA  Mahyeldi: Pengurus KNPI Sumbar Harus Bisa Muncul Jadi Tokoh Nasional

Kemudian, Ia mengurai masing-masing peran dari 3 rumah tersebut. Pertama, rumah tangga, ia menyebut itu sangat berpengaruh terhadap pemahaman anak akan kasih sayang. Kedua rumah sekolah, akan berpengaruh terhadap wawasan dan kemampuan berpikir seorang anak.

Selanjutnya yang ketiga, rumah ibadah, itu untuk akhlak dan pemahaman anak tentang hal apa yang dianjurkan dan dilarang oleh agama.

“Panti asuhan, itu bisa mengantikan peran dari rumah tangga bagi anak yang tidak lagi memiliki keluarga,” ungkap Mahyeldi.

Selanjutnya, terkait dengan Rakernas PSAA / LKSA, Gubernur Mahyeldi mendorong semua pihak untuk saling bersinergi dan berkolaborasi dalam meningkatkan kemandirian sebuah Panti/Lembaga dalam menjalankan fungsinya.

Berdasarkan data terpadu kesejahteraan sosial tahun 2019, di Indonesia ada 4.800 panti asuhan atau lembaga kesejahteraan sosial anak, Itupun sebahagian besarnya terkonsentrasi di Pulau Jawa.

BACA JUGA  Peringati HPN ke 75, Pemerintah Nagari Pasia Laweh Gelar Jambore Jurnalistik¬†

Ia mengakui, dari segi kualitas dan kuantitas memang PSAA masih sangat terbatas dan perlu peningkatan diberbagai bidang agar menjadi lebih banyak dan lebih layak, terutama dari segi infrastruktur dan peralatan pendukung lainnya.

Diungkapkannya, berdasarkan data Kementerian Sosial yang diambil dari Dashboard Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) SIKS-NG per-15 Desember 2020, jumlah anak terlantar di Indonesia sebanyak 67.368 orang.

Comment