Ekonomi

Sumbar Jadi Gerbong Terdepan Pengembangan Ekonomi Syariah di Indonesia

555
×

Sumbar Jadi Gerbong Terdepan Pengembangan Ekonomi Syariah di Indonesia

Sebarkan artikel ini
FOTO: Gubernur Mahyeldi saat membuka Festival Ekonomi Syariah Minangkabau (FESMINA) dan Festival Ekonomi Digital (FEKDI) di Bukittinggi, Kamis (13/7/2023).Ist

BUKITTINGGI – Sumatera Barat menjadi gerbong terdepan pengembangan ekonomi syariah di Indonesia. Itu ditandai dengan banyaknya program yang telah diinisiasinya terkait hal itu.

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharulah menilai, secara global sistem ekonomi dan keuangan syariah saat ini sedang bertumbuh pesat, bahkan telah menjadi gaya hidup dibeberapa negara. Gubernur Mahyeldi menilai itu sebagai sebuah peluang bagi pelaku industri halal di Sumbar

“Trend Halal Lifestyle tidak hanya marak di negara muslim tetapi juga pada negara-negara non muslim. Salah satu penyebabnya adalah semakin tingginya kesadaran akan pola hidup sehat, banyak pihak yang meyakini bahwa halal itu identik dengan higienis, itu adalah peluang bagi pelaku industri halal di Sumbar,” terang Gubernur Mahyeldi saat membuka Festival Ekonomi Syariah Minangkabau (FESMINA) dan Festival Ekonomi Digital (FEKDI) di Bukittinggi, Kamis (13/7/2023).

BACA JUGA  Ketua Korcab II DJA I Panen Sayur Caysin di Mako Lantamal II Padang 

Ia menjelaskan, jangkauan Trend Halal Lifestyle itu cukup luas, tidak hanya terkurung pada sektor makanan dan minuman halal semata tapi juga busana, destinasi wisata, obat-obatan serta kosmetik. Membuat peluang pengembangan dan penggarapannya menjadi sangat terbuka. Dewasa ini banyak negara yang berambisi menjadi pusat industri halal dunia, seperti Korea Selatan, Jepang, Taiwan, Malaysia dan termasuk Indonesia.

“Sumbar sangat berpotensi untuk menjadi pusat pengembangan industry halal di Indonesia, mayoritas warga yang beragama Islam menjadi daya dukung untuk itu. Kita harus ambil peluang ini,” ujarnya.

Selanjutnya, ia menegaskan Pemprov Sumbar mengapresiasi kegiatan Festival Ekonomi Syariah Minangkabau (FESMINA) dan Festival Ekonomi Digital (FEKDI) Tahun 2023 yang diinisiasi oleh Bank Indonesia. Menurutnya kegiatan yang diselenggarakan mulai tanggal 13-16 juli ini merupakan bagian dari program kegiatan pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah di Sumbar.

BACA JUGA  Hadirkan Program Triple Untung Plus, Pemprov Sumbar kembali Berlakukan Keringanan Pajak Kendaraan

“Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah bagi masyarakat Sumbar, ibarat dua sisi mata uang yang tidak bisa terpisahkan, sangat sesuai dengan falsafah ABS-SBK,” kata Gubernur Mahyeldi.

Comment