Ekonomi

OJK Diminta Lindungi Masyarakat dari Produk Jasa Keuangan Ilegal

388
×

OJK Diminta Lindungi Masyarakat dari Produk Jasa Keuangan Ilegal

Sebarkan artikel ini
FOTO: Sertijab Kepala OJK Sumbar dari Yusri kepada Untung Santoso sebagai Plt. Kepala OJK disaksikan Gubernur Sumbar, Mahyeldi di Auditorium Gubernuran, Selasa (4/3/2023).ist

PADANG – Gubernur Mahyeldi Ansharullah mengajak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumbar untuk berkolaborasi lebih dalam membangun ekonomi daerah dan melindungi masyarakat dari produk jasa keuangan ilegal.

“Pemerintah daerah dan OJK perlu tingkatkan sinergitas, agar masyarakat terlindungi dari praktik-praktik investasi bodong, produk jasa keuangan ilegal (pinjol) dan sejenisnya,” ajak Gubernur Mahyeldi.

Ajakan itu diungkapkan Gubernur Sumbar Mahyeldi saat menghadiri acara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kepala OJK Sumbar dari Yusri kepada Untung Santoso sebagai Plt. Kepala OJK di Auditorium Gubernuran, Selasa (4/3/2023).

Langkah pencegahan itu, menurut mahyeldi bisa dilakukan dengan peningkatan pengawasan, baik untuk produk jasa keuangan yang telah berbasis digital maupun konvensional. Masyarakat perlu dilindungi, maka ia mendorong upaya edukasi juga perlu lebih dimasifkan.

BACA JUGA  Serahkan Bantuan 600 Bibit Pohon Jengkol di Pasaman, Wagub Sumbar Ingin Produknya di nanti Branding

Ia mengaku, selama ini telah banyak upaya yang dikerjakan bersama oleh pemerintah daerah dan OJK untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Salah satunya dengan pembentukan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), namun ia menilai itu masih perlu ditingkatkan.

“Kita telah membentuk TPAKD. Bahkan, sampai ketingkat kabupaten/kota, tujuannya agar kebutuhan masyarakat akan akses keuangan terfasilitasi tapi sepertinya itu belum cukup, perlu juga ada upaya lebih,” ungkap Mahyeldi.

Mahyeldi menyebut, berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) tahun 2022, menunjukkan indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia sebesar 49,68 persen, naik dibanding tahun 2019 yang hanya 38,03 persen.

Sementara untuk indeks inklusi keuangan tahun ini mencapai 85,10 persen, itu meningkat dibanding periode SNLIK sebelumnya di tahun 2019 yaitu 76,19 persen.

BACA JUGA  Soal Tambang Air Dingin Solok, Anak Buah Mahyeldi: Untuk Apa Rapat, Keputusan Sudah Diambil

Ia menambahkan, sedangkan untuk Sumbar indeks literasi keuangannya dalam tiga periode terakhir tercatat tahun 2016 tercatat 27,30 persen, tahun 2019 tercatat 34,55 persen, dan tahun 2022 tercatat 40,70 persen. Untuk indeks inklusi keuangan Sumbar tahun ini tercatat 76,88 persen.

Comment