Budaya

KAN Pauh IX dan KAN Koto Tangah Musyawarahkan Tapal Batas di Sungai Sapih

614
×

KAN Pauh IX dan KAN Koto Tangah Musyawarahkan Tapal Batas di Sungai Sapih

Sebarkan artikel ini

PADANG-Dua nagari, Nagari Pauh IX Kuranji dan Koto Tangah gelar musyawarah dalam menentukan tapal batas khususnya di Sungai Sapih, Senin (3/7/2023). Musyawarah digelar di Kantor KAN Pauh IX Kuranji, dihadiri pengurus KAN kedua belah pihak.

Selain itu juga dihadiri Ketua Forum KAN Sembilan Nagari Kota Padang Syofyan Dt Bijo SH dan Ketua Forum Nagari Tigo Sandiang Marzuki Onmar Rj Bagaga.

Ketua KAN Pauh IX Kecamatan Kuranji Kota Padang Suardi Dt Rj Bujang mengatakan, musyawarah ini tak terlepas dari mancari aie nan janih, sayak nan landai, antara Pauh IX dengan Koto Tangah, terutama menyangkut tapal batas Pauh IX dengan Koto Tangah, khususnya di Sungai Sapih.
“Sehingga ke depan tak memicu konflik bagi anak kamanakan di kedua belah pihak,” ujar Suardi.

BACA JUGA  Nikmatnya Karucuik Baluik dengan Nasi Baronjin

Dikatakan Suardi, penyelesaian tapal batas ini tak untuk kemaslahatan anak kemenakan kedua nagari di kemudian hari. Sehingga bisa mengantisipasi terjadinya hal hal yang tidak diinginkan pada masa mendatang. Kemudian, sebagai ninik mamak tau dek duri nan ka mancucuk, tau dek rantiang nan ka mahimpok.

Ketua KAN Koto Tangah Ahlidir Dt Mudo mengatakan, musyawarah ini merupakan langkah penting dalam menentukan tapal batas, yang menyangkut kemaslahatan kedua belah nagari. “Jika soal tapal batas ini disepelekan, maka di kemudian hari bisa menimbulkan masalah terutama bagi anak kamanakan kita,” kata Ahlidir.

Dikatakan Ahlidir, negatifnya terhadap anak kemenakan yang berada di perbatasan terkait menandatangani surat mneyuratnya, bisa saja menyeberang ke kedua nagari. Tentu hal akan menuai polemik di kemudian hari.

BACA JUGA  Terkumpul Satu Hotel, Jamaah Haji Asal Sumbar Terlayani dengan Baik

Ketua Forum Sembilan Nagari di Kota Padang Syofyan Dt Bijo mengatakannya, persoalan tapal batas ini jika tak diselesaikan, di kemudian hari akan menimbulkan masalah anak kamanakan. “Tak menutup kemungkinan pada masa akan datang, akan menimbulkan permasalahan,” ujar Dt Bijo.

Dikatakan Dt Bijo, jadi musyawarah ini sebuah yang cukup dan terima kasih kedua belah pihak yang menggagas musyawarah ini. Sebab, ada pengalaman antara konflik antara Nagari Saniangbaka dengan Muaro Pingai, disebabkan tapal batas.

Comment