BudayaNasional

Sumatera Barat Pecahkan Rekor Dunia Kontes Ayam Kukuk Balenggek

261
×

Sumatera Barat Pecahkan Rekor Dunia Kontes Ayam Kukuk Balenggek

Sebarkan artikel ini
Kadis PKH Sumbar, Sukarli, Dirjen PKH Kementar Nasrullah (tengah) dan Direktur MURI, Awan Rahargo dengan piagam rekor dunia Ayam Kukuk Balenggek.

PADANG – Sumatera Barat pecahkan rekor kontes ayam kukuk balenggek terbanyak. Memecahkan rekor yang pernah tercatat ayam hias pejantan di Indonesia.

Rekor tersebut diserahkan oleh Direktur Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), Awan Rahargo Minggu (11/6/2023) pada Pekan Nasional (Penas) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) ke XVI tahun 2023 di Sumatera Barat (Sumbar) di Lapangan Udara Tabing, Padang.

“Muri wajib mengklaim ini adalah rekor dunia. Karena ayam kukuk balenggek hanya ada di Indonesia dan plasma nutfah Sumatera Barat,”sebut Awan.

Dikatakannya, sebelumnya untuk kontes ayam terbanyak itu pernah ada pada 2013 di Gresik, dengan jumla 467 ekor ayam hias. Saat itu kontes ayam hias, ayam ketawa.

BACA JUGA  Mengenal Sumbang Duo Baleh dalam Budaya Minangkabau

“Hari ini pada Penas Tani 2023, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumbar menggelar kontes ayam kukuk balenggek sebanyak, 939 ekor. Semoga makin go internasional dan dikenal oleh masyarakat dunia,”sebutnya.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementrian Pertanian, Nasrullah mengatakan, Indonesia harus bangga. Tidak semua yang dari luar itu baik. Plasma nutfah Indonesia, mampu menembus rekor dunia.

“Ini akan memperkenalkan pada Dunia di Sumbar bahwa ada ayam kukuk balenggek, dengan ciri khas suaranya. Melalui rekor muri ini, dunia mengetahui ada ayam khas Indonesia,”katanya.

Dengan rekor itu, sehingga menarik perhatian dunia. Kemudian, ayam ini akan memiliki nilai ekonomi yang tinggi, kemudian meningkatkan pendapatan masyarakat.

BACA JUGA  Pembangunan Tol Ruas Padang Sicincin Sudah Capai 36,6 KM

“Untuk itu, juga kita didaftarkan melalui Food and Agriculture Organization (FAO) segera, maka akan diakui secara internasional. Maka tidak ada yang bisa mengklaim ayam kukuk balenggek di dunia,”harapnya.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumbar, Sukarli mengaku Sumbar bangga dengan plasma nutfah ayam kukuk balenggek. Karena hanya ada di Sumbar.

Untuk itu, dirinya segera mendaftarkan ayam kukuk balenggek pada FAO. Karena keberadaan ayam kukuk balenggek di Sumbar sangat istimewa.

“Sesuai arahan dari Dirjen PKH, kita segera mendaftarkan pada FAO,”ujarnya.(Bdr)

Comment