Ekonomi

Pangkalan Mita CV SB Membantu Ekonomi Masyarakat Kecil

802
×

Pangkalan Mita CV SB Membantu Ekonomi Masyarakat Kecil

Sebarkan artikel ini

PADANG-Pangkalan minyak tanah di lingkungan Komplek PGRI Belimbing Kuranji Kota Padang di bawah bendera CV Saudara Berjaya (CV SB) menjadi harapan bagi masyarakat kecil dalam membantu ekonomi mereka.

Karena, masih banyak masyarakat yang menggunakan bahan bakar minyak (BBM) minyak tanah untuk berusaha, terutama ekonomi mikro kecil.

Khususnya, minyak tanah dimanfaatkan pelaku usaha mikro kecil di sektor kuliner. Karena alasan mereka, jika memanfaatkan gas, matangnya usaha dagangan masakan kurang maksimal. Sebab, dengan gas matangnya terpaksa.

“Tidak itu saja, BBM minyak tanah juga dimanfaatkan nelayan untuk kebutuhan mencairkan damar untuk menambal biduk nelayan,” ungkap Siir (44),Rabu (24/5/2023).

Siir yang merupakan warga Padang Sarai Koto Tangah ini menuturkan, kadang – kadang ada masyarakat yang masih takut memanfaatkan gas dan mereka masih menggunakan minyak tanah. Ia sudah cukup lama jadi pengecer minyak tanah ini. Kawasan ecerannya meliputi Padang Sarai dan Lubuk Buaya sekiranya.

BACA JUGA  YBM PLN UPK Teluk Sirih Bedah Rumah Warga Serentak di 5 Lokasi PLTU Sumbagsel

Ia mengakui, selain sebagai pengecer minyak tanah ia juga jual beli pasir di sekitar Padang Sarai. Di mana mengecer minyak tanah ini untuk menambah penghasilan keluarganya, di samping jual beli pasir. Melihat kondisi ekonomi kini, hanya satu mata pencarian saja, tak akan sanggup membiayai sekolah anak.

Dulu penah putus stok mintak minyak tanah lebih kurang satu bulan, sehingga membuat kalang kabut ekonomi keluarganya. “Saya akui dengan keberadaan pangkalan minyak di Belimbing Kuranji ini sangat membantu perekonomian keluarga kami,” ujar Siir.

Dikatakan Siir, sebagai pengecer minyak tanah selama ini ia sanggup melanjutkan pendidikan anaknya ke perguruan tinggi. Di pangalam ini ia tidak melihat aktivitas oplossn sama sekali. Hanya murni pangkalan minyak tanah saja.

BACA JUGA  Maritim Center Dibangun, Nelayan Muaro Padang Diminta Pindah ke Bungus

Ia mengaku, satu drum minyak tanah itu habis diecer lebih kurang dua hingga tiga hari. Sekarang minyak tanah bukan lagi termasuk BBM bersubsidi, sehingga ia merasa aman dan nyaman.

Hal senada juga diungkapkan, Deni Siadik (21) warga Cengkeh Lubeg, yang sehari hari mengecer dengan sepeda motor. Satu drum minyak tanah bisa dihabiskan dua hari atau tiga. “Tapi sejak saya mengecer minyak tanah ini sangat membantu ekonomi keluarga saya, sebagai masyarakat ekonomi kecil,” ucap Siadik.

Comment