Pariwisata

Anggota DPRD Sumbar Yunisra Syahiran Sebut Lontong Kuah Hiu Kuliner Khas Pasaman Barat

378
×

Anggota DPRD Sumbar Yunisra Syahiran Sebut Lontong Kuah Hiu Kuliner Khas Pasaman Barat

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat Fraksi Gerindra, Yunisra Syahiran (tengah) pada penutupan Bimtek Pengembangan Sumber Daya Manusia di bidang Ekonomi Kreatif, Selasa (16/5/2023).Ist

PADANG – Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat Fraksi Gerindra, Yunisra Syahiran mendorong masyarakat Pasaman dan Pasaman barat untuk mengembangkan potensi wisata di dua daerah tersebut.

Terutama pada sektor ekonomi kreatif. Sebab, ekonomi kreatif mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dampak yang diberikan dari ekonomi kreatif bagi perekonomian daerah adalah terciptanya lapangan kerja yang baru dan inovatif.

Dengan adanya ekonomi kreatif ini diharapkan dapat menciptakan lapangan pekerjaan. Dalam industri ekonomi kreatif dan mengurangi jumlah pengangguran.

“Ini kita dorong, makanya kita berikan pembekalan dan bimbingan teknis bagi pelaku wisata terutama ekonomi kreatif,”sebut Yunisra usai penutupan Bimtek Pengembangan Sumber Daya Manusia di bidang Ekonomi Kreatif, Selasa (16/5/2023).

BACA JUGA  Ini 5 Objek Wisata Pulau Terindah di Sumbar yang Wajib Anda Kunjungi

Disebutkannya, ada banyak distinasi wisata alam yang ada di Pasaman Barat dan Pasaman. Diantaranya pantai Air Bangis di Sungai Beremas dan Pulau Panjang, Pasaman Barat.

Selain itu, Pasaman Barat juga memiliki keistimewaan kuliner. Seperti keripik udang dan makanan khas sea food lainnya.

Selain itu, kuliner yang belum dikenal secara luas ada lontong kuah hiu. Lontong tersebut memiliki ciri khas tersendiri.

“Tekstur lontong lebih padat dari lontong biasanya. Kemudian ditaburi dengan kuah hiu. Ini enak sekali, khas,”ujarnya.

Selain itu, kerajinan ekonomi kreatif yang dapat dikembangkan di Pasaman Barat ada tenun kain benang emas. Kain tersebut sudah sempat di promosikannya di Festiva Tong-tong, Belanda.

BACA JUGA  Sandiaga Uno Yakin, Lepas PPKM Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Meningkat Signifikan

“Kita juga ada tenin kain emas. Sekarang belum populer. Tidak sepopuler songket. Ini padahalnya karyanya sangat bagus. Kurang populer hanya karena harganya agak mahal. Tapi ini potensi,”ujarnya.

Sebelumnya, Dinas Pariwisata Sumbar menyelenggaran Bimtek Pengembangan SDM bagi pelaku Ekonomi Kreatif pemula. Bimtek tersebut diselenggarakan berdasarkan pokok-pokok pikiran Anggota DPRD Sumbar, Yunisra Syahiran.

Kegiatan itu diikuti sebanyak 50 orang. Berlangsung selama dua hari, dari tanggal 15 hingga 16 Mei 2023 di Hotel Mercure Padang.(Bdr)

Comment