Umum

PCNU Bukittinggi Dilantik: Ketua PWNU Sumbar Yakin NU Makin Besar di Sumbar

375
×

PCNU Bukittinggi Dilantik: Ketua PWNU Sumbar Yakin NU Makin Besar di Sumbar

Sebarkan artikel ini

 

PADANG – Nahdlatul Ulama (NU) harus bangkit dan dirasakan kehadirannya di Kota Bukittinggi. Banyak hal yang perlu sentuhan NU dalam membangun umat di tengah keberagaman yang ada di Kota Bukittinggi.

Demikian diungkapkan Walikota Bukittinggi Erman Safar, Rabu (2/2/2022) di aula Universitas Negeri Padang (UNP) di Bukittinggi ketika memberikan sambutan pada pelantikan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bukittinggi masa khidmat 2021-2026. Pelantikan oleh Ketua Tanfidziyah PWNU Sumatera Barat Prof. Ganefri, Ph.D dilanjutkan pelantikan Ketua dan Sekretaris Lembaga-Lembaga di lingkungan PCNU Kota Bukittinggi oleh Ketua Tanfidziyah PCNU Bukittinggi Edy Mulyono.

Dikatakan Erman Safar, kehadiran NU melalui berbagai kegiatannya diharapkan mampu menjadi solusi dari sejumlah persoalan yang ada di Kota Bukittinggi. Setidaknya, ada tiga hal persoalan yang perlu mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kota Bukittinggi dan masyarakatnya.

BACA JUGA  Wali Kota Bukittinggi Terima Penghargaan UHC dari Wapres RI

“Pertama, masalah perekonomian masyarakat yang mengalami penurunan akibat pandemi covid-19. NU diharapkan berperan aktif sehingga mampu mendorong bangkitnya ekonomi masyarakat,” kata Erman Safar.

Kedua, kata Erman Safar, penguatan dan peningkatan akidah, adab dan pemahaman keagamaan sehingga agama benar-benar membawa kedamaian dalam masyarakat. Sesuai dengan apa yang selalu disampaikan, bahwa NU mengajarkan Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Membawa rahmat bagi lingkungan dan masyarakatnya, bukan sebaliknya menimbulkan keresahan dan gesekan di tengah masyarakat.

Ketiga, kata Erman Safar, banyaknya terjadi penyimpangan perilaku sehingga mulai banyak ditemukan terinfeksi HIV. Perilaku menyimpang ini tentu sangat membahayakan bagi generasi Kota Bukittinggi ke depannya.”Sudah saatnya NU juga masuk pada simpul-simpul anak-anak muda. Sehingga perilaku yang menyimpang bisa diantisipasi sedini mungkin,” tutur Erman Safar.

BACA JUGA  Kampung Tageh Perumnas Belimbing Disigi Tim Penilai Provinsi Sumbar

Ketua PWNU Sumbar Ganefrimenyebutkan, NU secara organisasi pada dasarnya didirikan untuk meninggikan Islam dalam bingkai Ahlussunnah Waljamaah. NU secara fikrah selalu berada pada posisi tengah-tengah. NU itu tawasutth di tengah-tengah, tawazun (seimbang) dan tasamuh (toleran). Maka kehadiran kita sebagai warga Nahdliyin diharapkan bisa menampilan Islam yang moderat di tengah-tengah masyarakat.

Comment