Pendidikan

Wagub Sumbar Audy Joinaldy Resmi menyandang Gelar Doktor

286
×

Wagub Sumbar Audy Joinaldy Resmi menyandang Gelar Doktor

Sebarkan artikel ini
Wagub Sumbar Audy Joinaldy Resmi saat memaparkan desertasinya dihadapan promotor dan penguji secara daring, Senin (20/12).ist

PADANG – Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy resmi menyandang gelar doktor. Gelar itu diperolehnya setelah berhasil mempertahankan disertasi pada promosi doktoral yang digelar secara daring, Senin (20/12/2021).

Dalam disertasinya, Audy membahas tentang Perencanaan Model Logistik 4.0 untuk Bisnis Day-Old Chick (DOC). Menariknya, tema ini adalah disertasi pertama di Indonesia membahas digitalisasi bisnis perunggasan di Institut Pertanian Bogot (IPB).

“Alhamdulillah, saya bisa menyelesaikan study saya, terimakasih pada semua yang mendukung langkah saya menyelesaikannya,”sebut Audy Joinaldy.

Sidang terbuka tersebut dihadiri sebanyak 250 orang secara daring. Juga hadir Mantan Menteri Pertanian pada masa pemerintah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Suswono dan Duta Besar Republik Indonesia untuk Myanmar Iza Fadri.

BACA JUGA  Momentum HUT ke-40 SMAN 5 Padang, Lulusan Harus banyak Diterima di PT Terbaik

Bertindak sebagai Ketua Komisi Prof. Dr. Ir. Luki Abdullah, M.Sc. Agr, dan anggota terdiri dari Prof. Dr. Ir. Yandra Arkeman, MEng, Dr. Siti Jahroh, BSc, MSc. Sedangkan, bertindak sebagai penguji luar ada Dr. Budi Yulianto, SE, M.Si dan komisi Dr. Rudi Afnan, S.Pt, MSc.Agr.

Pada disertasinya, Audy beranjak dari latar belakang ketika Pemerintah Indonesia berkomitmen mengimplementasikan industri 4.0 dalam sektor industri makanan. Indonesia memiliki Industri perunggasan penyedia pangan protein hewani terbesar, yakni mencapai 86 persen dengan nilai 21 juta dolar Amerika pertahun.

Kemudian, adanya prediksi peningkatan konsumsi daging unggas pada 2025 sebesar 22,1 persen dan 2024 sebesar 29,3 persen. Dalam hal ini, sektor transportasi merupakan faktor kritis.

BACA JUGA  Kandidat Doktoral Zulkenedi Said Kembali Maju ke Dewan Sumbar, Wakili Masyarakat Pasaman 

Dengan peningkatan jarak transportasi berbanding lurus dengan peningkatan kematian. Menurunkan performa pemeliharaan yang berujuang merugikan peternakan.

Disisi lain merebaknya pandemi covid-19 menyebabkan konsumen semakin menaruh perhatian pada asal sumber bahan pangannya. Perusahaan ekspedisi DOC belum mampu menjamin keamanan kualitas DOC yang didistribusikan.

“Perlu dibangun sebuah sistem yang traceabiliy, transparansi dan fleksibel,”katanya.

Comment