Pendidikan

Sertijab Kepala SMAN 16 Padang, Pimpinan yang Baru Dituntut Pandai-pandai Membawakan Diri

514
×

Sertijab Kepala SMAN 16 Padang, Pimpinan yang Baru Dituntut Pandai-pandai Membawakan Diri

Sebarkan artikel ini

 

PADANG-Jajaran SMAN 16 Padang gelar Sertijab kepala sekolah, antara Walmukminin MPd dengan Seprah Madeni MPd, Senin (20/12/2021). Kepsek Walmukminin dipercaya menjabat kepala SMAN 13 Padang. Sedangkan, Seprah Madeni sebelumnya kepala SMAN 5 Padangpariaman.

Sertijab juga dihadiri pengawas dari Disdik Sumbar dan Ketua Komite Yunisman SE. Kepala SMAN 16 Padang yang lama Walmukminin mengatakan, berpisahan ini tak terlepas dari kehendak yang maha kuasa Allah SWT. Walmukminin menduduki pimpinan SMAN 16 Padang lebih kurang tiga tahun.

“Terkait keberadaan SMAN 16 Padang ini terutama sarana dan prasarana memang butuh peningkatan,” ” ujar Walmukminin.

Khususnya sosla sarana Internet gratis, sehingga sekolah telah mencoba ujian Online UNBK. Tentu untuk melanjutkannya diserahkan kepada pemimpin yang akan datang. Kemudian terima kasih semua dukungan selama ini ketika bersama di SMAN 16 Padang. Dan mohon maaf kalau ada yang tidak berkenan, baik talantuang ka naik taledo ka turun.

BACA JUGA  Leonardy Harmainy Ajak Siapkan Generasi Masa Depan yang Lebih Baik

Kepala SMAN 16 Padang yang baru Seprah Madeni MPd mengatakan, berpindah pindah menjabat Kepsek ini tak telepas untuk menambah wawasan kepemimpinan sebagai kepala sekolah. Selama ini tempat ia menjabat kepala SMAN 5 Padangpariaman tak terlepas sebagai labor untuk kepemimpinan.

“Namun, sebagai kepala sekolah saya tak bisa menjadi wonder womam akan tetapi menjadi super tim, untuk mewujudkan sekolah ini lebih berkualitas lagi ke depannya,” ujar Seprah.

Ketua Komite SMAN 16 Padang Yunisman mengharapkan, Kepsek yang baru pandai menyesuaikan diri, karena di Pauh IX Kuranji ini masih kuat kekerabatan adatnya dan nilai nilai kearifan lokalnya.

“Maka perlu Kepsek yang baru pandai pandai membawakan diri di Pauh IX Kuranji ini. Apalagi Kuranji merupakan basis perjuangan di masa Kolonial Belanda yang disebut Harimau Kuranji, sehingga karakter masyarakat cukup keras,” ujar Yunisman. (drd)

BACA JUGA  Rektor UNP Lepas 8 Mahasiswa KKN ke Simalungun dan Ternate

 

Comment