Nasional

Sumbar Jadi Pusat Penanggulangan Bencana Wilayah Sumatera

229
×

Sumbar Jadi Pusat Penanggulangan Bencana Wilayah Sumatera

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Utama (Sestama), Lilik Kurniawan di hadapan jajaran BPBD Sumbar, ketika berkunjung ke Unit Pelaksana Teknis (UPT) dan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Penanggulangan Bencana, Kamis (19/8).ist

PADANG – Sumatera Barat akan dijadikan pusat dalam penanggulangan bencana untuk wilayah Sumatera. Dengan demikian, setiap kebencanaan wilayah Sumatera penanggulangannya terpusat di Sumbar.

Pernyataan tersebut disampaikan Sekretaris Utama (Sestama), Lilik Kurniawan di hadapan jajaran BPBD Sumbar, ketika berkunjung ke Unit Pelaksana Teknis (UPT) dan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Penanggulangan Bencana, Kamis (19/8).

“UPT ini akan kita jadikan Balai Besar Logistik dan Peralatan BNPB. Nantinya dijadikan Pusdalog Regional, pusat pendidikan dan pelatihan kebencanaan, atau lainnya untuk memperkuat SDM,” kata Lilik dalam pertemuan tersebut.

Menurutnya, dengan adanya Balai Besar Logistik dan Peralatan Regional ini, nantinya kesiapan SDM penanggulangan bencana di wilayah Sumatera akan lebih memadai dan profesional. Tentu juga mempersingkat jarak ketika terjadinya bencana di wilayah Sumatera.

BACA JUGA  Munas ke-3 ISMI, Budi Syukur: Dipimpin Ilham Habibie ISMI Menuju Saudagar Emas 2045

“Contohnya, bila terjadi bencana di Aceh, pusat bantuannya bisa langsung dari Sumbar, dan bisa jalan darat. Lalu, kalau pelatihan relawan, cukup di Sumbar, tak perlu ke Sentul lagi,” terangnya.

Terkait kapan beralih status Balai Besar Logistik dan Peralatan BNPB ini, kata Lilik, pihaknya tengah menunggu sertifikat tanah UPT Pusdalops saat ini dihibahkan ke BNPB. Pihaknya berharap sertifikat hibah tanah ini cepat diselesaikan, agar Balai Besar ini tidak dialihkan ke provinsi lain.

Selain di Sumbar untuk Sumatera, Balai Besar Logistik dan Peralatan BNPB ini juga dibangun di 12 provinsi lainnya. Seperti di Sidoarjo Jawa Timur, Gorontalo, Sulawesi, Kalimantan, dan beberapa daerah lainnya. Apabila semua ini selesai, penanggulangan bencana di setiap daerah bisa ditangani lebih cepat.

BACA JUGA  PSBB Sumbar Diperpanjang Hingga 29 Mei 2020

Dikatakan Lilik, setidaknya ada 5.300 desa dan 500 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia yang rawan bencana. Beberapa di antaranya berada di wilayah Sumbar, terutama di wilayah pesisir pantai. Dengan demikian, kelembagaan kebencanaan di daerah harus semakin diperkuat dalam menghadapi segala bencana yang akan terjadi.

Comment