Politik

Hari “H”, 9 Desember Pembuktian Mesin Partai

201
×

Hari “H”, 9 Desember Pembuktian Mesin Partai

Sebarkan artikel ini

LEBIH kurang tinggal 10 hari lagi pemilihan serentak pada 9 Desember 2020 akan digelar. Waktu yang jika dihitung mundur dari sekarang ini, bukan lah waktu yang lama lagi.

Oleh : Hamriadi  S.Sos  ST

Selesai pencoblosan di bilik suara pada Rabu (9/11/2020) akan menjadi bukti, benar atau tidaknya mesin partai telah bekerja dalam memenangkan pasangan calon (paslon) wali kota Bukittinggi yang mereka usung di Pilkada Serentak tahun ini.

Bagi kader yang militan dengan partainya, tentu kekalahan pasangan yang mereka gadang gadang untuk menjadi orang nomor satu di kota kelahiran Bung Hatta ini, merupakan sebuah pukulan yang sangat telak.

Beruntung lah bagi partai yang memiliki kader yang militan. Mereka akan berusaha sangat keras untuk memenangkan paslon mereka sebelum babak penentuan di bilik suara saat pencoblosan akan dilakukan.

Namun tidak semua kader di partai yang memiliki jiwa militansi tinggi di partainya. Tak dapat dipungkiri juga, terkadang ada kader yang bergabung di partai hanya sekedarnya saja.

Bahkan ada juga yang hanya memanfaatkan popularitas diri mereka yang dikenal di tengah masyarakat sebagai tokoh, lalu berminat maju di pemilihan legislatif (Pileg) untuk menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan diterima oleh partai.

Partai menerima para tokoh masyarakat, atau orang yang dikenal luas di tengah masyarakat mendaftar di partainya untuk maju di pileg merupakan angin segar bagi partai, karena bisa mendongkrak suara partai di pileg, bahkan dapat menambah jumlah kursi partainya di DPRD.

Nah, suka atau tak suka mereka yang dikenal sebagai tokoh atau orang yang dikenal luas di tengah masyarakat ini, jika terpilih menjadi anggota dewan harus mengikuti aturan partai. Tak jarang, mereka ini dijadikan sebagai kader partai tersebut.

Dijadikan kader partai lantaran menjadi anggota dewan bisa mungkin dikategorikan kader tidak militan, lantaran mereka naik di tengah jalan di kepartaian, tidak seperti kader yang telah dikaderkan dari bawah, mulai dari ranting sampai tingkat kota.

BACA JUGA  Mendaftar Pada Nasdem dan PPP, Edriana Terus Jalin Komunikasi dengan Banyak Partai

Comment