Politik

Debat Cagub Belum Ada Arah, Faldo : Sangat Halusinatif

232
×

Debat Cagub Belum Ada Arah, Faldo : Sangat Halusinatif

Sebarkan artikel ini
Faldo Maldini menyampaikan pidato politiknya usai menerima SK DPW PSI Sumbar, Minggu (27/10/2019) di Hotel Pangeran Beach.ist

PADANG – Debat calon gubernur Sumbar yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumbar TVRI Sumbar, Senin (23/11) mendapatkan perhatian dari Faldo Maldini, Ketua DPW PSI Sumatera Barat. Secara umum menurutnya semua kandidat hampir sama, halusinatif untuk Sumbar ke depan.

Lengkapnya komentar mantan Juru Kampanye Capres Prabowo-Sandi ini ditulisnya pada laman media sosialnya.

“Kami kira ketika dulu sempat menjadi bakal calon gubernur Sumatera Barat adalah sebuah langkah yang sangat halusinatif, seperti orang mengigau, mimpi di siang bolong. Tidak mungkin anak muda yang baru genap tiga puluh tahun menjadi gubernur orang-orang Sumbar yang mana banyak orang pintar dan rasional.”

BACA JUGA  Pedagang Ngadu ke "Koalisi Bukittinggi Hebat", Erman Safar: Tiga Fraksi DPRD akan Interpelasi Wako

Namun setelah menonton debat Cagub Sumbar kemaren, saya merasa kalah halusinatif. Ternyata, diskusi teman-teman mahasiswa yang saya temui di Sumbar jauh lebih bermutu, lebih menguras otak.

Tidak ada tawaran yang benar-benar sesuai dengan masalah yang berada di depan batang hidung warga Sumatera Barat. Ibarat dokter, semuanya bawa obat, namun tanpa diagnosis yang jelas. Rasa-rasa dan suka-suka saja berbicaranya. Sakit jantung, ditawari obat kudis. Sakit jerawat batu, disuruh minum obat sakit kuning. Ini adalah awal dari malpraktek demokrasi. Banyak janji, tapi tidak terealisasi.

Yang akan rugi siapa? Ya, yang pasti adalah semua warga Sumatera Barat. Kita akan merasakan overdosis janji kampanye yang menimbulkan berbagai efek samping. Kami yakin banyak warga Sumbar yang kecewa dari debat semalam. Kecuali “tim hore”, pasti bilang “bapak hebat”, selalu, biar argonya jalan terus.

BACA JUGA  Zulkenedi Said Desak Dinas BMCKTR Prioritas Pembangunan jalan Simpang Empat-Talu-Panti

Kita bicara masalah bangkit dari Covid-19, tentunya jaminan sosial yang paling penting. Direct cash bagi masyarakat harus dilakukan sebaik-baiknya. Hanya langkah ini penyelamat ekonomi jangka pendek yang bisa dilakukan oleh pemerintah daerah. Selain itu, mempercepat belanja pemerintah, kemudian memastikan kualitasnya baik. Jangan sampai itu tidak terawasi dan banyak tindakan koruptif, apalagi sekarang jumlahnya berkurang sekitar 600 Milyar rupiah. Setiap sen harus dinikmati oleh warga Sumbar.

Comment