Politik

Erman Safar – Marfendi Tak akan Diskriminasikan ASN Pemko Bukittinggi

353
×

Erman Safar – Marfendi Tak akan Diskriminasikan ASN Pemko Bukittinggi

Sebarkan artikel ini

BUKITTINGGI – Walikota dan Wakil Walikota dapat berganti lima tahun sekali. Tetapi Aparatur Sipil Negara (ASN), juga pegawai non ASN tetap dengan karir mereka sebagai pegawai Pemda. Dalam Pilkada, ASN dan pegawai non ASN dituntut netral. Dengan begitu, siapapun yang terpilih sebagai Walikota dan Wakil Walikota, karir pegawai Pemda tidak akan terganggu karena ketidaknetralan.

“Sebagai salah satu pasangan calon walikota dan wakil walikota Bukittinggi yang maju dalam Pilkada sekarang, kami menghormati ASN dan pegawai non ASN yang bersikap dan bertindak netral. Jatuhkanlah pilihan secara logis, rasional sebab kita tahu, ASN dan pegawai non-ASN adalah kelompok masyarakat berpendidikan,” kata calon Walikota dan Wakil Walikota Bukittinggi, Sumbar, H. Erman Safar- H. Marfendi kepada wartawan di Rumah Juang, jl bypass, kota setempat, Senin (10/11/2020).

Pemahaman Erman Safar, ASN juga pegawai non ASN Pemko Bukittinggi merupakan motor penggerak birokrasi dengan bidang dan kualifikasi tugas serta fungsi yang sudah diatur dalam struktur organisasi pemerintahan.

Kata dia, dari tujuh misi hebat yang disiapkan salah satunya adalah “Hebat” di Sektor Tata Kelola Pemerintahan. Pada misi ini, lanjutnya, peran, fungsi dan keberadaan ASN termasuk pegawai non ASN penting sekali.

“Kami memiliki komitmen, program terkait ASN dan pegawai non ASN yang intinya yakni memposisikan pegawai Pemko secara profesional,” terang Erman Safar yang diamini wakilnya Marfendi.

Enam Program

Menurut Erman Safar, ada 6 program unggulan ditujukan bagi ASN dan non ASN sebagai garda terdepan pemerintahan yang disusun sebagai turunan misi “Hebat” di Sektor Tata Kelola Pemerintahan.

BACA JUGA  Dengan Mata Sabak, Verry Mulyadi Kunjungi Warga Korban Kebakaran Sawahan Timur 

Pertama: Meningkatkan Kesejahteraan ASN. Di mana, besaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) dinaikkan dari TPP sekarang, diutamakan untuk PNS Golongan 1 sampai 3, baik struktural maupun non-struktural, guru sertifikasi dan non sertifikasi, jabatan struktural Eselon IV dan V.

Kedua: Menghapus Diskriminasi Antar-golongan dan Antar-jabatan ASN. Di mana, ditetapkan grade (tingkatan) nilai TPP antar-golongan, antar-jabatan secara profesional, proporsional sehingga tidak ada lagi diskriminasi yang tajam antar-golongan, termasuk antar-jabatan.

Comment