Pariwisata

Muaro Lasak Memprihatinkan, Suprapto: Kawasan Wisata Harus Punya Masterplan

244
×

Muaro Lasak Memprihatinkan, Suprapto: Kawasan Wisata Harus Punya Masterplan

Sebarkan artikel ini
Kondisi Tugu Merpati di Muaro Lasak yang hancur akibat abrasi.ist

PADANG – Ruang Terbuka Hijau (RTH) Muaro Lasak di Jalan Samudera, Kota Padang, pernah menjadi ikon objek wisata primadona di Kota Padang. Suasananya pantai yang luas dan objek swafoto menarik.

Disana ada Monumen Merpati Perdamaian. Monumen tersebut diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada event internasional Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) pada 12 April 2016 silam.

Awal berdiri RTH Muaro Lasak ini, cukup ramai dikunjungi wisatawan. Tidak hanya dari Kota Padang dan daerah kabupaten kota lain. Tetapi juga wisatawan dari luar Provinsi Sumbar. RTH ini juga sering dijadikan lokasi penyelenggaraan berbagai event lokal dan nasional.

Sayangnya, objek wisata RTH Muaro Lasak ini kondisinya sangat memprihatinkan dan mulai sepi pengunjung. Kondisi tulisan Muaro Lasak yang menjadi ikon objek wisata dan sering jadi objek swafoto telah rusak berat. Hurufnya hilang satu per satu, menyisakan huruf M, U dan O saja. Huruf yang tersisa itu juga mau lepas dari posisinya.

BACA JUGA  5 Objek Wisata Legenda di Sumatera Barat, Semua Ceritanya Bikin Meleleh

Tidak hanya itu, taman yang dulunya hijau, kini tidak tampak lagi. Yang ditemukan hanyalah pasir pantai dan sampah berserakan menutupi paving block tempat pedestarian bagi pengunjung. Pasir pantai dan sampah yang menutupi pedestarian tersebut terbawa gelombang ombak dan air laut akibat abrasi pantai. Abrasi juga mengikis dan mengancam keberadaan Tugu Perdamaian.

Kondisi objek wisata itu diperparah dengan tembok dinding bertuliskan Tugu Perdamaian catnya sudah mengelupas. Termasuk juga cat ornamen-ornamen kecil yang memuat nama-nama negara peserta MNEK juga mulai mengelupas.

Mario (33) salah seorang pengunjung Pantai Padang, mengaku kecewa melihat kondisi RTH Muaro Lasak. Melihat kondisi taman yang rusak parah tersebut membuat Ari enggan berswafoto, dan lebih memilih bermai bersama anaknya pagi itu.

BACA JUGA  Karang Taruna Bersama Anggota Dewan Berbagi Masker kepada Pengendara

“Kok seperti ini sih. Tak seperti di foto-foto lagi,”sebutnya, Kamis (5/11/2020).

Mendapati informasi itu, Mantan Kepala Dinas PUPR Provinsi Sumbar, Suprapto yang ikut berkontribusi dalam pembangunan itu mengaku sedih. Dia memang tidak memungkiri, untuk perawatan RTH Muaro Lasak memang berat. Tetapi perawatan tetap harus dilakukan.

Comment