Ekonomi

BPTD Sumbar akan Aktifkan Kembali Bus Air di Maninjau dan Singkarak

140
×

BPTD Sumbar akan Aktifkan Kembali Bus Air di Maninjau dan Singkarak

Sebarkan artikel ini
Kepala BPTD Sumbar, Deny Kusdyana bersama Kasi Transportasi Sungai Danau dan Penyebrangan, Herwanto dalam kunjungan Staf Ahli Menhub, Umar Aris ke Padang.ist

PADANG – Balai Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) Wilayah Sumbar akan menghidupkan kembali transportasi danau di Sumbar. Terutama Danau Maninjau di Agam dan Danau Singkarak di Kabupaten Solok.

“Kita menyadari, masyarakat yang berada di sekitar danau membutuhkan akses yang cepat untuk menuju nagari lainnya, jika berada berseberangan. Dengan ini, akan memudahkan akses, biaya murah dan cepat,”sebut Kepala BPTD Sumbar, Deny Kusdyana melalui Kasi Transportasi Sungai Danau dan Penyebrangan, Herwanto, Selasa (15/9/2020).

Dikatakannya, di Danau Maninjau aktifitas masyarakat sangat membutuhkan angkutan yang ‘membelah’ danau. Karena masyarakat Tanjung Sani berbelanja ke Sungai Batang. Dua daerah ini dipisahkan oleh danau.

Sungai Batang berada di tepian arah Timur, Danau Maninjau. Sedangkan, Tanjung Sani berada diseberangnya, arah Barat. Selama ini akses hanya melalui jalur darat. Sehingga harus mengelili danau, baru sampai di seberang.

BACA JUGA  Konsolidasi Ancaman Krisis Pangan, Menteri Pertanian Tinjau Persiapan PENAS XVI di Sumbar

“Kalau jalur darat kan harus memutar, sepanjang bibir danau. Makanya kita sediakan bus air,”sebut Herwanto.

Dikatakannya, selain cepat dengan bus air, juga akan membuat masyarakat hemat. Karena ongkos yang dikenakan pada masyarakat akan disubsidi oleh pemerintah. Karena bus air itu nantinya menjadi bagian transportasi perintis.

“Selama ini dari Tanjung Sani ke Sungai Batang jalan darat bisa mencapai 1 jam. Kalau dengan bus air hanya 10 menit. Ongkosnya juga murah, jalur darat bisa Rp30 ribu dengan bus air cukup Rp10 ribu,”ungkapnnya.

Untuk mewujudkan itu, BPTD Sumbar akan menyediakan bus air, termasuk membangun dermaga. Khusus dermaga, di Danau Maninjau, sejatinya sudah ada. Pada tahun 1990, Kementrian Perhubungan sudah membangun dermaga penyeberangan di Danau Maninjau, hanya saja tidak terawat sejak diserahkan pada pemerintah daerah.

BACA JUGA  Sikapi Kelangkaan BBM Bersubsidi, DPRD Pasbar Panggil Pihak Terkait

Bahkan, pada 2014, Kementrian Perhubungan sudah memberikan dua unit bus air di Danau Maninjau. Karena tidak terawat akhirnya tidak beroperasi lagi.

“Nanti tidak hanya menjadi alat tranportasi, kita harapkan juga mendukung pariwiata di Sumbar,”ulasnya.

Comment