Ekonomi

Jelang Penilaian, Pengurus Kampung Tangguh Perumnas Belimbing Berbenah

185
×

Jelang Penilaian, Pengurus Kampung Tangguh Perumnas Belimbing Berbenah

Sebarkan artikel ini

PADANG – Pengurus Kampung Tangguh Perumnas Belimbing Kecamatan Kuranji Kota Padang gelar gotong royong (Goro), Rabu (24/6 /2020). Goro melibatkan Pembina kampung tangguh Kapolsekta Kuranji Kompol Armijon dan BMPN Pauh IX.

“Goro ini dalam mempersiapkan Kampung Tangguh Perumnas Belimbing menghadapi penilaian yang akan dilakukan, Minggu (28/6/2020),” ujar Ketua BMPN Pauh IX Kuranji Kota Padang M Fikar Dt Rajo Magek, kemarin.

Dikatakan Fikar, dalam menghadapi lomba kampung tangguh ini perlu dukungan dari semua pihak, agar Kampuang Tangguh Perumnas Belimbing tangguh menjadi yang terbaik.

Kapolsekta Kuranji Kompol Armijon sebagai Pembina kampung tangguh, merespon Goro persiapan penilaian yang akan dilakukan Minggu depan. “Bahkan, sebelum melakukan penilaian kampung tangguh Perumnas Belimbing Kuranji ini rencananya bakal disilau Wakapolda Sumbar, sekaligus melakukan penyemprotan disinfektan,” ujar Armijon.

BACA JUGA  Lantamal II Sulap Sungai Pisang jadi Kampung Pelangi

Ninik Mamak Musra Darizar Katik Mangkuto mengatakan, kegiatan harus Sakato mangko batuah, dek basamo mako manjadi, kelak kegiatan Kampung Tangguh Perumnas Belimbing ini Sukses menjadi kampiunn di Kota Padang. “Kampung Tangguh tak ubahnya seperti rumah gadang, rumah gadang di Minangkabau ada tiga yakni gajah maharam, sitinjau lawiek dan sitangguang lapa. Ketiganya memiliki ketahanan pangan yang bertingkat tingkat, ‘ujar Mak Katik.

Ketua MPA KAN Pauh IX Kuranji Kota Padang Irwan Basir Dt Rajo Alam mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan yang positif, yang perlu didukung seluruh komponen yang ada di Nagari Pauh IX ini. “Kita apresiasi kegiatan ini karena telah didukung pihak kecamatan dan Polsek, maka diharapkan bisa yang terbaik,” ujar Irwan.

BACA JUGA  Athari Berhasil Perjuangkan Peningkatan Tiga Ruas Jalan Nasional di Sumbar

Dikatakan Irwan, di sini telah terjadi kebersamaan yang cukup baik, sehingga butuh pengayoman dari kecamatan. Maka adoh yang kurang nanti ditukuk, kok centang dibilai. Sehingga apa diharapkan bersama bisa terwujud, apalagi dilaksanakan dengan kebersamaan sadantiang bak basi, saciok bak ayam. (rjk)

Comment