Pendidikan

Gunakan Sistem Zonasi, Penerimaan SMA/SMK di Sumbar Dibuka 22 Juni 2020

104
×

Gunakan Sistem Zonasi, Penerimaan SMA/SMK di Sumbar Dibuka 22 Juni 2020

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Pendidikan Sumbar, Adib Alfikri memberikan keterangan pers terkait PPDB SMA/SMK, Selasa (16/6).ist

PADANG – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2020/2021 untuk siswa SMA dan SMK di Sumbar resmi dibuka. Pendaftaran dimulai sejak tanggal 22 Juni 2020 secara daring.

Pemprov Sumbar memutuskan skema penerimaan mengikuti sepenuhnya arahan dari Pemerintah Pusat, menggunakan sistem zonasi. Tolak ukur zonanya, adalah sekolah yang terdekat dengan rumah calon pelajar.

Sementara, teknis penerimaan di sekolah menggunakan sistem online. Siswa dan orang tua tidak perlu datang ke sekolah untuk mendaftar. Kebijakan itu guna menjaga dalam kondisi wabah covid-19.

“Pendaftaran dilakukan secara online, jadi tidak perlu datang ke sekolah untuk mendaftar. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19,” kata Kepala Dinas Pendidikan Sumbar Adib Alfikri, Selasa, (16/6/2020).

BACA JUGA  10 Kandidat Ketua MTsN 1 Padang Ikuti Fit and Proper Test

Dikatakannya, pendaftaran PPDB SMA dan SMK tahun ini melalui website http://ppdbsumbar2020.id.
Untuk pendaftaran SMK dilakukan dua tahap. Pertama untuk tes minat dan bakat dimulai sejak tanggal 10 hingga 18 Juni 2020. Setelah itu dilanjutkan dengan pendaftaran seleksi tanggal 22 hingga 25 Juni.

“Hasil seleksi diumumkan 27 Juni dan pendaftaran ulang calon yang diterima tanggal 27 sampai 28 Juni,” katanya.

Tahap kedua, tes minat bakat dimulai tanggal 26 hingga 28 Juni. Pendaftaran dan seleksi pada 29 hingga 1 Juli dan pengumuman esoknya 2 Juni. Sedangkan pendaftaran ulang tanggal 3 hingga 4 Juli.

“Bagi yang lulus sebelum tahun 2020, luar provinsi dan paket B bisa mendaftar dari 16 hingga 18 Juni,” tuturnya.

BACA JUGA  Blusukan Erman Safar - Marfendi Temukan Guru Honorer Kurang Diperhatikan Pemerintah

Mengisi SMK ini ada empat jalur. Pertama dengan jalur seleksi nilai rapor, minimal harus diisi sebanyak 70 persen dari daya tampung. Jalur prestasi maksimal 20 persen dari kuota sekolah. Ada jalur anak tenaga kependidikan maksimal 5 persen dari kuota sekolah. Sementara jalur afirmasi minimal 3 persen dari daya tampung sekolah.

Sedangkan, untuk penerimaan SMA, ada empat jalur yang digunakan. Yakni skema zonasi, jalur ini calon siswa diterima berdasarkan zona terdekat dengan rumah. Kuotanya minimal 50 persen dari kuota sekolah.

Comment