Pendidikan

Ini Ketentuan Sekolah Laksanakan Proses Belajar Mengajar Pasca PSBB di Sumbar

155
×

Ini Ketentuan Sekolah Laksanakan Proses Belajar Mengajar Pasca PSBB di Sumbar

Sebarkan artikel ini
Gubernur Irwan Prayitno saat vidoe confrence bersama Mendagri beberapa waktu lalu.ist

PADANG – Pemerintah Provinsi Sumbar akan memutuskan untuk mengembalikan proses belajar mengajar (PBM) di sekolah pasca Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Untuk itu sekolah harus memenuhi sejumlah kriteria untuk bisa melaksankan (PBM) di sekolah.

Rencana itu disampaikan Gubernur Irwan Prayitno Rabu (10/6/2020). Diungkapkannya, kesimpulan nantinya daerah yang bisa melakukan pertemuan sekolah lagi adalah daerah yang zona hijau, yang sudah terkendali semuanya. Tapi sekolah mempertimbangkan protokol covid-19. Mulai dari murid, guru, tata usaha harus disiplin.

Bagi daerah nantinya melaksanakan sekolah tatap muka. Maka harus memenuhi sejumlah ketentuan, seperti kelas setengah isinya, menyediakan westafel, waktu dipersingkat 1-3 jam, menggunkan masker, ada shift. Sekolah selesai belajar, langsung pulang, tidak ada istirahat, tidak ada praktek disekolah. Tidak ada jam tambahan, Kantin tidak ada.

BACA JUGA  Prodi S2 Ilmu Lingkungan UNP Raih Akreditasi A

“Semuanya diperketat mengurangi potensi menularnya covid-19,”ungkapnya.

Akan dievaluasi dalam satu bulan kemudian. Jika ada masalah, akan dilakukan kontijensi. Bisa sekolah ditutup kembali, diswab dan dikembalikan ke daring atau luring.

Sementara, daerah yang dikawatirkan covid-19 tidak terkendali, tidak ada pertemuan tatap muka, tapi tetap di rumah. Diputuskan nanti tergantung hijau atau tidak hijaunya suatu daerah. Itu diputuskan nanti, menjelang ajaran baru. Jika hijau bisa dibuka, belum hijau masih daring atau luraing.

Khusus TK, SD dan SMP kabupaten/kota minta pertimbangan bupati/walikota. Untuk SMA/SMK kewenangan provinsi. Meski begitu diharapkan untuk kabupaten/kota ada kesamaan persepsi.

“Untuk kampus, adalah kewenangan Dirjen Dikti. Nanti akan bicarakan dengan Dirjen Dikti. Bicara tadi adalah untuk non perguruan tinggi,”katanya.

BACA JUGA  Hadir di SMAN 8 Padang, Millenials KAI Lakukan Aksi Sosial bagi Pelajar

Penetapan zona, tersebut Irwan mengaku ada perbedaan dengan daerah lain. Begitu juga dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Khusus Sumbar, menggunakan zona hijau sebagai daerah yang covid-19 terkendali, sementara kuning dan merah belum terkendali.

Comment