Peristiwa

Positif Pertama di Pariaman, Sudah 11 Orang Positif Covid-19 di Sumbar

104
×

Positif Pertama di Pariaman, Sudah 11 Orang Positif Covid-19 di Sumbar

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi - Penanganan pasien yang diduga terinfeksi covid-19 di BIM, pada Februari 2020.

PADANG – Jumlah pasien terinfeksi virus korona (covid-19) di Sumbar terus naik, hingga Selasa (31/3/2020) sudah 11 orang dinyatakan positif. Bertambah dua orang dari sebelumnya pada Senin 30 Maret 2020.

“Benar ada tambah dua lagi. Angka terus naik,”sebut Kepala Biro Humas Setdaprov Sumbar, Jasman Rizal Selasa (31/3/2020) di Padang.

Dikatakannya hingga Selasa (31/3/2020) Orang Dalam Pantauan juga naik mencapai 2.168 orang dengan proses pemantauan sebanyak 1.782 orang dan 386 orang telah selesai pemantauannya selama 14 hari

Sedangkan angka Pasien Dalam Pengawasan (PDP) juga naik menjadi sebanyak 51 orang. Angka itu juga belum menunjukan penurunan.

Sementara yang dinyatakan positif adalah sebanyak 11 orang dengan rincian, 6 orang dirawat di RSUP Dr.M.Jamil dan RS Ahmad Mochtar. Sedangkan 4 orang dalam isolasi mandiri yang setiap hari dipantau dan diawasi oleh tim kesehatan, satu orang meninggal dunia.

BACA JUGA  Partai UKM Sumbar Dideklarasikan, Jadi Wadah Politik Pelaku UMKM

Untuk tambahan pasien positif dua orang lagi berasal dari Padang dan Pariaman. Keduanya perempuan. Pasien dari pariaman sebelumnya adalah pasien PDP dari RSUD Pariaman berumur sekira 18 tahun.

Karena kondisi membaik, akhirnya diizinkan pulang namun tetap dipantau oleh tim medis RSUD Pariaman. Hari ini ybs dinyatakan positif dan ybs mengisolasi mandiri dengan pangawasan ketat paramedis.

Sementara pasien baru positif lainnya berumur lebih 50 th. Dia sebelumnya tidak masuk PDP, namun atas kesadaran sendiri memeriksakan diri karena baru pulang dari Jakarta. Ternyata yang bersangkutan positif covid-19 dan sekarang juga isolasi mandiri yang diawasi ketat oleh tim paramedis.

“Sekarang kita harus mematuhi arahan untuk social distancing, karena itu salah satu cara untuk menhindari tertular. Selain kebijakan pembatasan selektif, semoga angka-angka ini tidak naik terus,”harapnya. (Bdr)

BACA JUGA  Reses Anggota DPRD Bukittinggi Hj Noni S Sos Dibanjiri Massa

Comment