Peristiwa

Diterjang Angin Kencang, Helikopter  Ditumpangi Wagub Sumbar Gagal Menuju Lokasi Bencana

123
×

Diterjang Angin Kencang, Helikopter  Ditumpangi Wagub Sumbar Gagal Menuju Lokasi Bencana

Sebarkan artikel ini

PASAMAN — Akibat cuaca buruk disertai angin kencang, mengakibatkan pesawat heli yang ditumpangi Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Nasrul Abit, gagal mendarat menuju lokasi bencana di Mapat Tunggul Selatan, Pasaman, Sumbar, terpaksa harus putar haluan, Jumat (21/2/2020).

Pesawat heli tersebut terpaksa harus mendarat ke Gelanggang Olahraga (GOR) Tuanku Imam Bonjol, Pasaman, karena tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan karena cuaca buruk.

“Saya minta maaf pada masyarakat Mapat Tunggul Selatan, kita sudah mencoba karena cuaca buruk dan helikopter tidak bisa ke sana,” kata Nasrul Abit.

Terlihat sekali dari wajah orang nomor dua Sumbar tersebut penuh kekecewaan, pasalnya Wagub Sumbar ini ingin sekali bergabung dengan masyarakat di Mapat Tunggul Selatan, sama- sama merasakan penderitaan korban bencana banjir dan tanah longsor tersebut.

BACA JUGA  Kecelakaan Lembah Anai, Sebabkan Macet Hingga Puluhan Kilometer

“Memang hari ini kita belum bisa mengunjungi, namun kita berjanji begitu ada kesempatan langsung berkunjung ke Marpat Tunggul Selatan

Wagub Sumbar Nasrul Abit yang terkenal responsif pada daerah dan masyarakat ditimpa bencana, nyariss naas. Dikarenakan melalui jalan darat tidak bisa dilalui, maka dari itu ia ingin melihat langsung bagaimana kondisi bencana tersebut dengan menggunakan helikopter.

Dalam kesempatan tersebut Wagub Sumbar Nasrul Abit menyerahkan bantuan sebesar Rp 250 juta dari BNPB, Rp. 75 juta dari BPBD Sumbar. Beras sebanyak 8 ton 190 kg dari Dinas Pangan Provinsi Sumbar. Dan ditambah bantuan logistik lainnya dari Dinas Sosial yang diserahkan kepada Sekda Pasaman di GOR Tuanku Imam Bonjol Pasaman.

BACA JUGA  Udara Panas Ruang Kelas SMAN 1 Bukittinggi Ganggu PBM

“Pemprov Sumbar peduli bencana, telah direncanakan pada hari Minggu ini bapak Gubernur Sumbar juga akan melakukan kunjungan kerja ke Marpat Tunggul Selatan melalui jalan darat, dan juga akan membawa bantuan lainnya”, ungkap Nasrul Abit.

Sementara itu Sekretaris Daerah Kabupaten Pasaman Drs. H. Mara Ondak menjelaskan, kejadian Tanah Longsor di Marpat Tunggul Selatan ini terjadi 15/2/2020 yang lalu menyebabkan 2 orang meninggal, 1 orang luka berat.

Comment