Peristiwa

Sempat ada Agenda Isi Ceramah di Masjid Raya, Investor China Gagal Bertemu IP

217
×

Sempat ada Agenda Isi Ceramah di Masjid Raya, Investor China Gagal Bertemu IP

Sebarkan artikel ini
Gubernur Irwan Prayitno dan Wagub Nasrul Abit saat diwawancarai usai membuka pasar rakyat di halaman kantor gubernur, Selasa (21/5).ist

PADANG – Sempat diagendakan ada pertemuan dengan Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno dan mengisi ceramah di Masjid Raya Sumbar Rabu 12 Februari investor asal China pada batal tiba di Padang. Kemungkinan pertemuan itu dijadwal ulang.

“Diundur, karena investor ini ada keperluan yang tak bisa ditinggalkan,” kata Irwan ditanya terkait pertemuan tersebut, kemarin.

Gubernur membantah pembatalan karena kasus virus corona yang sedang mewabah di negeri tirai bambu itu. “Bukan, investor ini sudah datang kasus Wuhan,” jelasnya.

Disampaikan Irwan, investor dari China tersebut muslim, dari jadwal semula akan memberikan ceramah di Masjid Raya Sumbar setelah shalat Dzuhur.

“Investor ini doktor bidang ushuluddin,” ungkapnya.

BACA JUGA  Wartawan Mitra Pemerintah Saling Membutuhkan Satu Sama Lain

Menurutnya gubernur, investor China tersebut akan berinvestasi dibanyak sektor. Mulai dari perdagangan, pertambangan dan pertanian.

“Macan-macan, salah satunya rempah-rempah, gambir, pala. Pembatalan bukan karena corona, mungkin akan dijadwal ulang minggu depan atau akhir bulan,” terangnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumatera Barat Maswar Dedi investor China akan masuk ke Sumbar. Mengelola sejumlah sektor.

“Rencananya pertemuan Rabu, 12 Februari di Auditorium Gubernuran,” ujarnya.

Dijelaskan Dedi, pertemuan investor China dengan gubernur terkait investasi dari berbagai sektor. Namun tidak dirincinya sektor mana saja yang.

Menurutnya, investor dari negeri tirai bambu itu lebih berani berinvestasi dan sejauh ini investor China menepati peringkat dua investasi terbesar di Sumbar.

BACA JUGA  Ngeri, Begini Kronologisnya Tabrakan Beruntun 9 Kendaraan di Panyalaian Tanah Datar

“Nomor satu banyak berinvestasi itu Singapura, kemudian China,” terangnya.

Menurut Dedi, investor China sangat berani mengambil keputusan untuk berinvestasi. Mereka tidak banyak pertimbangan dalam berinvestasi selama pemerintah bisa memberikan rasa aman kepada mereka.

“Saya sudah berkeliling dunia untuk mencari investor, memang China lebih berani,” katanya.

Dikatakannya, realisasi investasi Sumbar 2019 mencapai Rp 5,3 triliun. Berlebih Rp1 triliun dari target 4,3 triliun yang ditetapkan.

Comment