Politik

Petahana Tak Jaminan, Elektabilitas Semua Cagub Sumbar Masih Dibawah Ambang Batas

185
×

Petahana Tak Jaminan, Elektabilitas Semua Cagub Sumbar Masih Dibawah Ambang Batas

Sebarkan artikel ini
KPU Sumbar me-launching Pilgub Sumbar 2020 di Komplek GOR H. Agus Salim, Minggu (12/1/2020).ist

PADANG – Pemilihan Gubernur Sumatera Barat makin menarik, semua calon berpeluang menang, juga sebaliknya. Karena dari hasil suvey rata-rata elektabilitas calon yang muncul masih dibawah ambang batas.

Penilaian itu diberikan oleh Pengamat Politik Universitas Andalas, Asrinaldi. Asrinaldi juga menuliskan hasil kajiannya itu di media sosialnya.

Dari hasil analisis survei yang beredar, menurutnya melihat dukungan publik terhadap Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit, selaku petahana masih cukup rendah.

“Tentu cukup mengherankan. Mestinya dengan jabatan sebagai Wakil Gubernur Sumbar memberi ruang yang banyak baginya untuk bersosialisasi. Bahkan dengan program dan kegiatan pembangunan yang sudah dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Sumbar selama 4 tahun mestinya membawa efek positif bagi NA. Tapi sepertinya ini tidak membaa efek yang berarti,” tulis Asrinaldi, Minggu (12/1/2020).

BACA JUGA  PORBBI Dukung NA-IC di Pilgub Sumbar dan Taslim-Syafrizal di Pilkada Agam

Dengan angka elektabilitas yang masih di bawah 20 persen, lanjut dosen politik Unand itu, menjadi sinyal buruk bagi Partai Gerindra sebagai partai pemenang Pemilu di Sumbar. Menariknya, angka elektabilitas calon lain juga masih di bawah ambang batas aman untuk bisa memenangkan Pilkada September 2020 mendatang.

“Kontestasi para calon gubernur akan berlangsung kompetitif dan memiliki peluang yang sama besar. Kondisi ini juga bermuara pada terjadinya pergantian kekuasaan dari kader partai yang sudah dua periode menguasai jabatan gubernur, ke kader partai lain yang siap menggantikan posisi ini,” katanya.

Dia menilai, kemenangan seorang calon kepala daerah yang saat ini berada dalam kelompok 5 besar, memiliki elektabilitas tertinggi sangat ditentukan oleh seberapa besar wakilnya dapat membawa suara tambahan bagi pasangan ini.

BACA JUGA  Siap Gendeng Banmus se-Pasbar, Zulkenedi Said Hadir di Nagari Lingkung Aur Pasaman

Apalagi dalam perilaku memilih masyarakat Minangkabau, figur calon kepala daerah/wakil kepala daerah sering dihubungkan dengan representasi daerah tempat asal mereka berada.

“Isu kedaerahan ini walaupun tidak begitu kuat, mesti menjadi pertimbangan seorang calon kepala daerah untuk bisa mendapatkan dukungan maksimal dari masyarakat dalam Pilkada mendatang,” katanya.

Comment