Pariwisata

Wagub Tinjau Raflesia Tuaan Mudae Terbesar di Dunia Mekar di Agam

314
×

Wagub Tinjau Raflesia Tuaan Mudae Terbesar di Dunia Mekar di Agam

Sebarkan artikel ini

AGAM — Diawal tahun 2020 bunga raflesia jenis Tuaan-mudae yang berada Nagari Baringin, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam mekar dengan ukuran terbesar di dunia yang mengalahkan rekor bunga raflesia jenis Tuaan-mudae di Marambuang, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Batat pada 2017.

Berdasar catatan di Marambuang bunga raflesia memiliki diameter 107 centimeter. Setelah diukur ternyata tumbuhan langka “Puspa Sumatera” yaitu bunga Raflesia Tuaan-mudae di Kawasan Hutan Cagar Alam Maninjau, memiliki ukuran 111 centimeter.

“Luar biasa! bunga Raflesia Tuaan-mudae tumbuh mekar dengan sempurna disini, ini rahmat dari Allah SWT,” ucap Nasrul Abit.

Mendengar informasi adanya bunga langka Raflesia Tuaan-mudae tumbuh mekar di Kawasan Hutan Cagar Alam Maninjau. Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit mengunjungi tempat tumbuhan langka “Puspa Sumatera” tersebut, Rabu (02/01/2020).

BACA JUGA  Perda Wisata Halal di Sumatera Barat Tuntas Tahun 2020

Lokasi persisnya berada Marambuang Kenagarian Baringin, Kecamatan Palembayan. Dengan menempuh jarak kurang lebih satu kilo (20 menit). Nasrul Abit menyelusuri jalan setapak mendaki disertai jalan yang licin dan curam. Tidak mengurangi semangat Wagub Sumbar untuk melihat bunga Raflesia tersebut.

Untuk itu, Wagub Sumbar Nasrul Abit menghimbau warga setempat menjaga bunga itu secara bersama-sama dan tidak merusak bunga langka itu. Karena bunga Raflesia termasuk tanaman yang dilindungi Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya.

“Kabupaten Agam termasuk daerah habitat dari bunga langka tersebut dan untuk itu saya menghimbau warga bisa menjaga bersama-sama, karena ini bunga langka,” tuturnya.

BACA JUGA  Punya Formulasi Baru, Sumbar Bakal Naikan Target Kunjungan Wisata dari 8,2 Juta Jiwa

Wagub Nasrul Abit menyampaikan, bahwa habitat rafflesia di Kawasan Hutan Cagar Alam Maninjau diharapkan mampu menggerakkan wisata setempat. Apalagi lokasinya dekat dengan pemukiman penduduk, memudahkan pengunjung untuk mengakses lokasi tersebut.

“Bagi masyarakat yang ingin berkunjung harus didampingi petugas dari BKSDA, untuk menjaga kelestarian bunga langka tersebut dan menjaga keselamatan pengunjung, karena jalannya setapak dan mendaki dan curam,” ujar Nasrul Abit.

Comment