Umum

Mau Rayakan Malam Tahun Baru? Ini Pesan Ketua MUI Sumbar

195
×

Mau Rayakan Malam Tahun Baru? Ini Pesan Ketua MUI Sumbar

Sebarkan artikel ini

PADANG – Mengingatkan umat muslim yang latah merayakan malam pergantian tahun baru masehi, mesti baca tulisan Ketua Majelis Ulama Sumbar, Buya Gusrizal Gazahar Dt. Palimo Basa.

Karena sudah menjadi perbuatan berulang setiap tahun. Ini tulisan yang dibuat Buya Gusrizal Gazahar Dt. Palimo Basa untuk mengingatkan, dibagikan di akun media sosialnya.

“Wahai Kaum Muslimin, Berhentilah Mengistimewakan Malam Tahun Baru Walau Dengan Shalawat dan Dzikir Karena Ia Hanyalah Malam Biasa”

Oleh: Buya Gusrizal Gazahar Dt. Palimo Basa

Keistimewaan suatu hari dan waktu dalam keyakinan kaum muslimin hanya bersandar kepada ketetapan dari Syari’at Islam. Kalau kita buat sendiri keistimewaan itu berdasarkan pengalaman yang kita lalui, tak sedikit hari dan tanggal keberuntungan menurut kita ternyata juga hari kemalangan bagi kita. Hanya saja kita terlambat mengetahuinya.

BACA JUGA  Danlantamal II Padang Hadiri HUT Kowal ke 58 Secara Virtual 

Jadi, menjadikan waktu atau hari sebagai suatu yang istimewa tanpa ada alasan syar’i, tak lebih dari mengikuti ukuran kebahagiaan materi dan kesenangan nafsu.

Malam tahun baru miladiyyah misalnya !

Ia sebenarnya adalah malam biasa seperti malam-malam lainnya. Tentu tidak ada keutamaan apa-apa karena tidak ada nash apapun yang menjadi alasan keafdhalannya.

Sebagian kaum muslimin yang ikut-ikutan latah merayakannya, mencoba mencari pembenaran dengan menjadikan acara malam itu sebagai ajang bershilaturrahim dan menjalin kebersamaan dengan para shahabat.
Suatu kegiatan yang pada asalnya adalah baik namun tetap saja menyisakan pertanyaan, “kenapa harus di malam itu ?”

Bukankah sepanjang tahun adalah waktu bershilaturrahim dan menjalin ukhuwwah (persaudaraan) ?

BACA JUGA  Duaja Solimbu Asi Sataro, Lanal Nias Berpindah Tangan 

Langsung atau tidak langsung, berbagai kegiatan di malam itu, tetap saja menjadikan malam itu sebagai sesuatu yang berbeda dari malam lainnya.

Kalau pun ada sebagian ulama membuat kegiatan tabligh akbar di malam itu, tentu itu bukanlah tujuan akhir tapi hanya alat sementara untuk pengalihan perhatian dari berhura-hura kepada semangat memahami agama.

Tentu ulama tidak bermaksud menciptakan suatu kegiatan ibadah pada malam akhir tahun miladiyyah yang bisa mengarah kepada membuat syari’at.
Sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa tak ada hak siapapun untuk membuat syari’at selain Allah swt sebagaimana yang diperingatkan-Nya dalam firman-Nya:

Comment