Olahraga

Polemik Uang Pembinaan Atlet, Nasrul Abit Akui Tidak ada Uang Pembinaan

137
×

Polemik Uang Pembinaan Atlet, Nasrul Abit Akui Tidak ada Uang Pembinaan

Sebarkan artikel ini

PADANG – Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit menegaskan tidak ada uang pembinaan untuk atlet 2019. Nasrul Abit satu suara dengan KONI Sumbar, hanya ada reward bagi atlet peraih medali di Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) Bengkulu.

Penjelasan tersebut, menjawab desakan sejumlah atlet Sumbar yang mempertanyakan uang pembinaan yang selama ini diterima atlet.

“Sekarang saya jelaskan, memang tidak ada uang pembinaan atlet diberikan 2019 ini. Karena posisi atlet semuanya sama untuk menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON), baik yang lolos PON maupun yang memperoleh medali PON 2016, Jawa Barat,”sebutnya didampingi Ketua KONI Sumbar, Syaiful Kamis (12/12/2019).

Saat memberikan keterangan itu, Nasrul Abit baru saja menggelar pertemuan antara KONI Sumbar dan Dinas Pemuda dan Olahraga Sumbar di ruang rapat Wakil Gubernur. Tampak Hadir, Kadispora Sumbar Bustavidia dan Kabid Olahraga Dispora Sumbar Rasydi Sumetri.

BACA JUGA  Emral Abus: Hamdanus Tokoh Muda yang Energik Pimpin KONI Sumbar

Alasan tidak memberikan biaya pembinaan tersebut, karena memang dari awal tidak dialokasikan anggaran. Sementara reward yang diberikan pada atlet peraih medali pada Porwil Bengkulu sudah dialokasikan dalam dana hibah KONI.

“Memang dari awal tidak dinggarkan,”timpal Syaiful.

Menurutnya, menjadi tidak adil, jika dana pembinaan tetap diberikan bagi atlet yang meraih medali pada PON Jabar. Karena sudah ada atlet yang juga mengikuti Pra PON dan lolos target PON di Porwil.

Disebutkannya, saat ini ada 668 atlet untuk dipersiapkan menuju PON Papua. Jumlah itu terdiri dari 449 atlet dan 95 pelatih. Hanya saja dari jumlah itu baru 115 atlet yang lolos, bahkan kemungkinan akan berkurang lagi.

BACA JUGA  2022 KONI Padang Pandai Manatiang di Nan Sampik, Yusra: 2023 Anggaran Naik 1. 000 Persen

Selanjutnya nanti, atlet yang lolos PON akan diberikan pemusatan latihan. Pemusatan dilakukan oleh KONI.

Sebelumnya, pembayaran uang pembinaan atlet menjadi polemik. Disatu sisi atlet peraih medali PON Jabar menuntut uang pembinaan, karena sudah tidak dibayarkan. Sementara mereka mendapatkan uang tersebut pada 2017 dan 2018.

Dilain pihak, KONI berdalih karena posisi sama-sama atlet pra PON 2020 maka uang pembinaan tidak diberikan pada 2019.(bdr)

Comment