Budaya

Minangkabau Satu-satunya Suku Menganut Sistem “Matrilineal” di Indonesia

1716
×

Minangkabau Satu-satunya Suku Menganut Sistem “Matrilineal” di Indonesia

Sebarkan artikel ini

PADANG — Sumatera Barat yang dikenal dengan Ranah Minangkabau memiliki berbagai adat budaya yang perlu dijaga kelestariannya. Minangkabau merupakan satu-satunya suku yang menganut sistem “Matrilineal” di Indonesia. Maksudnya, setiap anak yang lahir baik laki-laki maupun perempuan secara langsung akan menjadi anggota keluarga suku ibu, karena di Minangkabau garis keturunan ditarik berdasarkan keluarga Ibu.

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Sumbar t Drs. H. Nasrul Abit Datuak Malintang Panai, saat membuka acara pemilihan “Duta Budaya 2019” di Rocky Hotel Padang, Minggu (10/11/2019).

Dalam sambutannya Wagub Nasrul Abit menjelaskan, sistem kekerabatan matrilineal menjadikan ciri khas tersendiri bagi Minangkabau yang membedakannya dengan suku lain di Indonesia, ini yang membuat menariknya bagi budaya Minangkabau.

BACA JUGA  250 Personel Kepolisian Dikerahkan Amankan Tabligh Akbar Ustadz Abdul Somad di Solok Selatan

“Budaya kita tidak akan tergusur kalau diwariskan kepada perempuan, karena perempuan terus tumbuh berkembang, makanya kenapa setiap keturunan harus menganut suku ibu,” ucap Nasrul Abit yang juga seorang Datuak dari Kaum Malintang Panai di Kabupaten Pesisir Selatan.

Selanjutnya Wagub Nasrul Abit mengatakan, Pemprov Sumbar sangat mendukung kegiatan ini, karena merupakan bentuk kepedulian dalam melestarian budaya Minangkabau melalui pemilihan duta budaya dari generasi muda, agar tidak terkikis oleh zaman.

“Saya ingin duta budaya ini bisa sebagai kader yang kuat dalam menggali dan menjaga kelestarian budaya Minangkabau kedepannya,” kata Wagub Sumbar.

Dewasa ini budaya Minangkabau seperti telah kehilangan eksistensinya. Banyak generasi muda sudah mulai meninggalkan budaya Minangkabau. Para generasi muda cenderung lebih peduli dan bangga dengan kebudayaan asing yang bebas masuk di Ranahminang.

BACA JUGA  Hargai Keberagaman, Sekum LKAAM Sumbar Sayangkan Penolakan Arak-arakan Cap Go Meh

Bebasnya pengaruh informasi internet, Media Sosial dan gaya hidup modern menjadi faktor utama yang mempengaruhi moral, etika, gaya, pergaulan dan cara berperilaku generasi muda.

“Inilah yang harus kita sikapi segera, untuk itu perlu dukungan dari berbagai pihak, seperti pemangku adat, Niniak Mamak, Bundo Kanduang, Alim Ulama dan Cadiak Pandai menyiapkan bagaimana anak kemenakan kita itu betul-betul mampu mengemban tugas yang berat ini,” ungkapnya.

Comment