Pendidikan

Kepala SMPN 18 Nazir, Literasi Membudayakan Kembali Kebiasaan Membaca pada Pelajar

563
×

Kepala SMPN 18 Nazir, Literasi Membudayakan Kembali Kebiasaan Membaca pada Pelajar

Sebarkan artikel ini
LITERASI – SMPN 18 Padang merupakan salah satu sekolah Literasi Kota Padang

PADANG-Literasi itu pada intinya bagaimana membudayakan kembali kebiasaan membaca kepada siswa. Sehingga kebiasaan membaca itu kembali membudaya setiap hari di kalangan pelajar.

“Tentu harus ada program kegiatan untuk memotivasi budaya membaca ini kepada siswa, sehingga setiap hari mereka bisa konsisten membaca walaupun hanya selama 20 menit,” ujar Kepala SMPN 18 Padang Drs Nazir MM, Kamis (19/9/19).

Dikatakan Nazir, semua orang pasti mengetahui apa manfaat darinya membaca tersebut. Dan, sering dibaca tagline ini, Buku adalah jendela dunia. Buku adalah gudang ilmu.”

Maka tak terbantahkan, mungkin sering menemukan dua ungkapan di atas. Namun, makna dari pernyataan itu akan menguap sia-sia saat tidak membaca buku. Jika dibiarkan, bukankah segala pesan yang tergurat dalam buku itu tak akan sampai?

BACA JUGA  Prof Nila Kasuma Guru Besar Pertama di FKG Unand Dikukuhkan

Semua ilmu yang sejatinya dapat memperkaya pengetahuan tidak akan ke mana-mana bila hanya tersimpan rapat-rapat dalam halaman demi halaman buku tersebut. Dan membaca buku termasuk salah satu kegiatan yang menghasilkan banyak manfaat bagi para pembacanya.

Maka dikatarbelakangi hal tersebut, SMPN 18 Padang menasbihkan diri menjadi salah satu sekolah Literasi di Kota Padang. Dan diluncurkan Kadisdik Kota Padang Barlius, 1 April 2019 lalu. Dan bestepatan dengan hari jadi SMPN 18 Padang yang ke 40 tahun.

Dikatakan Nazir, maka setiap hari ada kegiatan. Yakni, Senin dilaksanakan upacara, Selasa belajar penuh, Rabu, diwajibkan kepada siswa agar membaca selama 20 menit sebelumnya aktivitas belajar dan , Kamis kegiatan aksi bersih bersih selama 20 menit.

BACA JUGA  Perkenalkan Dunia Industri, SMKN 5 Padang Bakal Gelar Studi Tiru ke PLTA Singkarak

Kemudian, pada setiap Jumat kegiatan Kultum,selama satu jam. Di mana guru lenceramahnya tidak hanya guru di sekolah saja. Akan tetapi mendatangkan ustadz dari luar sekolah seperti KUA,. Lalu, setiap hari Sabtu kegiatan Pramuka.

Tidak itu saja, untuk memotivasi siswa agar menggalakkan kegiatan Literasi ini. Maka disediakan buku di setiap kelas yang disebut pojok Literasi. Pojok Literasi ini tidak saja dibuat di setiap kelas, tapi juga di ruang majelis guru, di ruang Wakil kepala sekolah dan ruangan pegawai sekolah serta di ruang tamu sekolah.

Comment