Umum

Dua Kabupaten di Sumbar Lepas dari Belenggu Status Daerah Tertinggal

208
×

Dua Kabupaten di Sumbar Lepas dari Belenggu Status Daerah Tertinggal

Sebarkan artikel ini

PADANG — Dalam salinan keputusan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi itu disebutkan, ada 62 daerah yang terlepas I dari status daerah tertinggal tahun 2019,. Dua diantaranya termasuk dua kabupaten di Sumatera Barat, yakni Solok Selatan dan Pasaman Barat.

Hal ini disampaikan  Wakil Gubernur Nasrul Abit dalam jumpa pers, terkait dengan dua daerah yang sudah lepas dari status daerah tertinggal, di Restoran Suaso, GOR Agus Salim Padang, Kamis (1/8/2019).

Kabupaten Kepulauan Mentawai yang diproyeksikan bisa keluar pada tahun 2020 yang butuh perhatian dari pemerintah pusat. Artinya, dari 3  daerah yang tertinggal, dua telah lepas dan satu lagi masih dalam proses.

BACA JUGA  Irwan Basir Dilantik jadi Ketua DPD LPM Padang, Harapkan Pemerintah jangan Alergi dengan LPM

“Tahun depan kemungkinan akan ada tambahan infrastruktur jalan di Mentawai sehingga seluruh daerah bisa terhubung. Ini penting untuk pemerataan pembangunan berbagai bidang,” ujar Nasrul Abit

Wagub  mengatakan, kabupaten tersebut masih akan dilakukan pembinaan oleh kementerian/lembaga dan pemerintah daerah provinsi selama 3 tahun sejak ditetapkan sebagai daerah yang sudah terentaskan.

Alhamdulillah, ini semua berkat kerja keras kita semua, tapi kita jangan terlalu senang dulu, sehingga lalai, justru ini menjadi pelecut semangat bekerja membangun daerah,” kata  Nasrul Abit.

“Mengingat masih banyak yang harus kita dibenahi agar kedua kabupaten ini bisa sejajar dengan daerah lain yang telah maju,” ucap Wagub. .

Ketertinggalan daerah tersebut dapat diukur berdasarkan enam kriteria utama yaitu ekonomi, sumber daya manusia, infrastruktur, kapasitas keuangan daerah, aksesibilitas dan karakteristik daerah.

BACA JUGA  Hari Libur, Nakes Lantamal II Laksanakan Vaksinasi di Objek wisata Pantai Air Manis

Sekretaris Daerah Solok Selatan Yulian Efi menerangkan, hal itu tak lepas dari dukungan semua pihak khususnya pemerintah provinsi dan masyarakat Solok Selatan yang sumber perekonomian berupa perkebunan dan pertanian mendukung Solok Selatan lepas dari status daerah tertinggal.

“Masyarakat Solok Selatan selain bertani dan pariwisata yang terus meningkat, sehingga pertumbuhan ekonomi naik mencapai angka 5,6 hingga 5,7 persen. Secara umum angka ini cukup bagus dalam penilaian,” ungkap Yulian Efi.

Comment