Pariwisata

Setelah Melalui Perjuangan Panjang, Tambang Batu Bara Sawahlunto Masuk UNESCO

163
×

Setelah Melalui Perjuangan Panjang, Tambang Batu Bara Sawahlunto Masuk UNESCO

Sebarkan artikel ini

SAWAHLUNTO — Peninggalan tambang Batu Bara Ombilin Sawahlunto resmi masuk ke dalam daftar warisan budaya dunia The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) dengan nama Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto.

“Ini membutuhkan perjuangan yang sangat luar biasa, sejak tahun 2015 dengan perjuangan panjang akhirnya membuahkan hasil, Alhamdulillah .. tambang Batu Bara Ombilin Sawahlunto masuk dalam UNISCO,” ujar Gubernur Sumbar Irwan Prayitno saat meresmikan pompa irigasi tenaga surya pertama di Desa Talawi Hilir, Kecamatan Talawi, Senin (8/7 /2019).

Selain itu juga meresmikan jembatan Lakuak Code di Desa Lintau Buo, Kabupaten Tanahdatar, Sumatera Barat, yang dihadiri oleh Dirut PT. Bukit Asam Tbk Arviyan Arifin, Wakil Walikota Sawahlunto H. Zohirin Sayuti, Forkopimda dan beberapa karyawan PT. BA serta Unsur OPD Sawahlunto.

BACA JUGA  Marfendi Akui Banyak Heritage di Bukittinggi yang Bisa Diusulkan ke Unesco¬†

Dikatakan Irwan,, banyak hal yang harus dipersiapkan, mulai dari proses pengumpulan data, penyusunan dokumen secara intensif, bahkan melibatkan para tokoh dan pakar baik dari dalam dan luar negeri, seperti Malaysia dan Singapura.

Gubernur Sumbar menyebutkan, didalam persidangan ICOMOS (International Council on Monuments and Sites) di Azerbaijan, akhir tambang Ombilin memperoleh pengakuan sebagai warisan dunia world heritage oleh UNESCO dengan memasukan usulan untuk menambah wilayah enam kabupaten dan kota yang meliputi Padang, Padangpanjang, Kota Solok, Kabupaten Solok, Padangpariaman dan Tanahdatar.

“Karena wilayah tersebut masuk dalam wilayah Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto yang akhirnya ditetapkan sebagai warisan budaya dunia,” ucapnya.

Menurut Irwan Prayitno, saat ini Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto sudah masuk daftar warisan budaya dunia yang kelima dimiliki Indonesia tahun 2019, yang sebelumnya, ada Candi Borobudur, Magelang Jawa Tengah (1991), Candi Prambanan, Sleman Yogyakarta (1991), Situs Sangiran, Jawa Tengah (1996) dan Sistem Subak di Bali (2012).

BACA JUGA  Belum Ada Positif Korona, Pariwisata Sumbar Masih Buka

Gubernur berharap dengan adanya warisan budaya dunia ini, bisa mendongkrak pariwisata yang ada di Sumbar, pemerintah dan masyarakat harus bisa menunjukkan kemampuan untuk mengelola situs cagar budaya dan warisan dunia.

Comment