Ekonomi

Masroni, Mantan Sopir Taksi jadi Pengusaha Kulit Beromset Rp300 Juta/Bulan

487
×

Masroni, Mantan Sopir Taksi jadi Pengusaha Kulit Beromset Rp300 Juta/Bulan

Sebarkan artikel ini
Pegawai galeri Minangkayo diantara produk sepatu hasil pengrajin Padang Panjang.

PADANG PANJANG – Masroni, pria asal Kerinci, Jambi ternyata mendapatkan suskesnya di Kota Padang Panjang. Mantan sopir taksi ini kini menjadi pioner kerajinan kulit di Kota Padang Panjang.

Berbekal modal Rp1,5 juta, Masroni memulai usahanya di Lembah Anai, Tanah Datar. Potensi usaha itu dilihatnya setelah mendapati banyaknya pengunjung ke air terjun Lembah Anai.

Masroni mencoba peruntungan, dengan menyewa ruang sebesar enam kali dua meter. Berjarak sekitar 50 meter dari air terjun, plang nama seadanya berwarna biru putih dipasang.

Dia memilih nama ‘Kemal Kincai’. Namanya itu perpaduan asal daerahnya dengan asal sang isteri, yang mempunyai arti “Kerinci Malang”.

BACA JUGA  Penumpang Mudik Gratis Bersama BUMN di Sumbar Melebihi Kuota

“Itu singkatan dari dua daerah asal kami,”katanya Minggu (23/6/2019).

Masroni awalnya adalah sopir taksi di Batam, mengadu nasib sejak berumah tangga. Di Batam Masroni sering mendapatkan penumpang wisatawan. Dia tahu betul apa yang diinginkan wisatawan, mulai dari jalan-jalan ke objek wisata, sampai oleh-oleh yang khas.

Belajar dari keinginan wisatawan ini, dia menilai usaha souvenir adalah lahan yang bagus. Pada 2009, Masroni pergi ke Bukittinggi. Kebetulan ada kakaknya yang sudah sedang menjalani usaha kerajinan.

Pada tahun itu juga dia membuka usaha di Lembah Anai. Hasilnya tidak mengecewakan, pelanggannya banyak. Usahanya terus maju.

Kemudian, akal kembali berjalan. Pada 2016 melihat potensi kulit di Kota Padang panjang, dia mencoba usaha kerajinan kulit. Mengikuti pelatihan melalui pembinaan dari Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Mikro (UKM) Kota Padang Panjang, Masroni juga bisa maju.

BACA JUGA  Bapenda Sumbar Berhasil Tarik Rp3,1 Miliar Rata-rata Pajak Kendaraan Bermotor Masyarakat

Alasannya, Kota Padang Panjang merupakan tempat berkumpulnya penyamak kulit hebat di Sumbar. Kota itu juga menjadi lokasi pengumpul kulit sapi dan kambing sehingga bahan baku tersedia melimpah di sana.

Kota Padang Panjang juga memiliki banyak tempat pelatihan menjahit yang menghasilkan lulusan siap kerja yang merupakan potensi besar untuk diberdayakan.

Dua potensi itu selama ini seakan tersia-sia jika tidak ada usaha yang memanfaatkan. Kulit sapi kebanyakan diolah jadi kerupuk. Sebagian diolah setengah jadi dan dijual ke Jawa sebagai bahan dasar kerajinan kulit.

Comment