Ekonomi

Sumbar Kekurangan Penyuluh Pertanian

241
×

Sumbar Kekurangan Penyuluh Pertanian

Sebarkan artikel ini

PADANG – Penyuluh pertanian merupakan garda terdepan untuk kemajuan sektor pertanian. Salah satunya, menyebarkan informasi teknologi, hingga menyampaikan aspirasi petani ke pengambil kebijakan.

Sayangnya, hingga saat ini Sumatera Barat (Sumbar) masih kekurangan sekitar 700 orang lebih penyuluh. Pasalnya, jumlah penyuluh yang ada di Sumbar baru 874 penyuluh yang tersebar di desa atau nagari 19 kabupaten dan kota.

“Kita memang kekurangan penyuluh bidang pertanian, sebab minimalnya satu desa satu penyuluh,” kata Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit usai membuka kegiatan Pertemuan Koordinasi Penyuluhan Pertanian Sumbar Tahun 2019, di Padang, Rabu (19/6/2019).

Atas kekurangan ini, ia meminta pihak terkait memerdayakan penyuluh yang ada, dengan risiko cakupan yang lebih luas. Misalnya, satu orang penyuluh bisa diberdayakan untuk menangani dua hingga tiga desa. Meskipun begitu, ia berharap Menteri Pertanian menambahkan kuota penyuluh di setiap desa.

BACA JUGA  Investasi Mencapai Rp2,1 Triliun, Warga Sumbar Makin Minati Bursa Saham

“Sebab desa kita saat ini, sekitar 876 ditambah nagari sekitar 900, ditambah kelurahan juga, jadi sekitar 1.200 nagari dan desa,” ungkapnya.

Maka untuk menjamin terselenggaranya program pembangunan pertanian, dan menuju kedaulatan pangan, ia meminta kepada semua pengambil kebijakan untuk memerhatikan setidaknya tiga aspek. Pertama, memastikan bahwa penyelanggara sistem penyuluh tetap berlangsung di semua tingkatan.

“Tujuannya, agar pelaku utama atau petani dapat mengembangkan usaha taninya,” kata Nasrul.

Kemudian kedua, tidak mengalihfungsikan atau merombak Balai Penyuluh Pertanian sebagai basis operasional para penyuluh dan sumber data, informasi serta teknologi bagi pelaku utama/petani. Ketiga, meningkatkan dukungan operasional bagi terlaksananya sistem penyuluhan di semua tingkatan.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Sumbar, Candra membenarkan bahwa pihaknya kekurangan jumlah penyuluh saat ini. Ia menyebutkan jumlah penyuluh pertanian baru 874 orang, dan sekitar 300 orang diisi oleh penyuluh swadaya.

BACA JUGA  RM Kincia Tuo, Manjakan Selera Pelanggan dengan Gulai Ayam Kamumue

“Kita kekurangan hampir 743 orang, sebab saat ini satu PPL ada yang tiga lokasi kecamatan, seperti Guguak Bukit Barisan 50 Kota, dan Pangkalan. Padahal idealnya, satu desa dua penyuluh,” jelas Candra.

Comment