Peristiwa

Sikap Positif Terhadap Bahasa Negara Minim

172
×

Sikap Positif Terhadap Bahasa Negara Minim

Sebarkan artikel ini
Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Dr. Harja Danu Ismadi pada kegiatan, kebijakan pembinaan bahasa dalam pengutamaan bahasa negara di ruang publik yang digelar Balai Bahasa Sumatera Barat, Selasa (2/4) di ruang rapat kantor gubernur Sumbar.
Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Dr. Harja Danu Ismadi pada kegiatan, kebijakan pembinaan bahasa dalam pengutamaan bahasa negara di ruang publik yang digelar Balai Bahasa Sumatera Barat, Selasa (2/4) di ruang rapat kantor gubernur Sumbar.

Diakuinya, hadirnya bahasa Indonesia adalah rahmat bag bangsa ini. Karna, satu jam saja tidak berbahasa Indonesia, berbahasa daerah masing masing pasti ribut. Saat ini, ada 668 bahasa daerah seluruh Indonesia. Jika tidak ada bahasa Indonesia, maka bahasa daerah akan muncul masing-kegiatan pemerintahan, akan sulit untuk memahaminya.

Dijelaskannya, bahasa Indonesia sudah menjadi bahasa yang dipelajari banyak negara saat ini. Ada 355 lembaga di seluruh dunia, mengajarkan bahasa Indonesia. Di Jepang malahan sudah ada asosiasi pengajar bahasa indonesia. Mereka mendapatkan gelar doktor dari Indonesia. Tiap tahun ada 3.000 yg melakukan tes bahasa Indonesia. Di jepang, Korea, dan China.

Di China, ada 16 perguruan tinggi sudah mengajarkan bahasa Indonesia dalam bentuk program studi. Alazhar, Mesir segera membuka prodi bahasa Indonesia.

BACA JUGA  Pemprov Sumbar Perbaiki Jalan Padang-Bukittinggi Via Malalak, Via Lembah Anai Masih Putus

“Bahasa Indonesia ini sudah banyak diminati, Eropa, juga banyak ingin membuka podi Bahasa Indonesia. Eropa, Amerika, Italia, Prancis dan Rusia. Artinya secara kedaultan bahasa Indonesia sudah diakui dunia,”ulasnya.

Untuk itu, semua lembaga dan masyarakat diharapkan dapat menggunakan bahasa Indonesia yang baik. Bersumber dari bahasa Melayu berkembang dengan kosa kata yang terus banyak. Setidaknya sudah 127.000 makna dan lema.

Kepala Balai Bbahasa Sumbar diwakili Kasubag Tata Usaha, Herlinda, mengatakan kegiatan tersebut untuk meningkatkan kesadaran penggunaan bahasa Indonesia yang baik di ruang publik. Untuk itu, kegiatan itu menghadirkan pengelola ruang publik, dosen, media, siswa dan ombudsman.

Dijelaskannya, selama ini Balai Bahasa Sumbar terus berpaya mendorong masyarakat, lembaga pemerintah dan swasta agar menggunakan bahasa negara dengan baik. Dengan itu Balai Bahasa sudah membuat sejumlah program terutama sosialisasi. (*)

BACA JUGA  Pedang Pora Warnai Wisuda Purnabakti, Kapolda Lepas 24 Pesonel Pensiun

Comment